Mengalir Darah Penulis ‘Si Doel Anak Betawi’: Ternyata Boy Rafli Amar Mewarisi Bakat Komunikasi dari Sang Buyut, Aman Datuk Madjoindo!

Tokoh24 views

 

Komjen Pol. (Purn.) Dr. Boy Rafli Amar, M.H., merupakan sosok yang tidak asing lagi dalam peta keamanan nasional Indonesia. Purnawirawan jenderal bintang tiga ini menutup pengabdian panjangnya di kepolisian dengan menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) periode 2020–2023.

Dikenal dengan pembawaannya yang tenang dan komunikatif, Boy Rafli adalah representasi jenderal intelektual yang berhasil memadukan ketegasan reserse dengan pendekatan humanis.

Akar Budaya dan Silsilah Intelektual
Lahir di Jakarta pada 25 Maret 1965, Boy Rafli Amar membawa darah murni perantau Minangkabau. Sang ayah berasal dari Solok, sementara ibunya merupakan putri asli Koto Gadang, Agam—sebuah nagari yang dikenal melahirkan banyak intelektual besar Indonesia.

Menariknya, bakat komunikasinya seolah mengalir dari garis keturunan; ia adalah cicit dari sastrawan legendaris Indonesia, Aman Datuk Madjoindo, penulis novel klasik Si Doel Anak Betawi. Hubungan darah ini menjelaskan mengapa Boy Rafli dikenal sebagai sosok yang piawai dalam menjalin narasi dan strategi komunikasi publik selama menjabat sebagai Kadiv Humas Polri.

Perjalanan Karier dan Penugasan Internasional
Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1988 ini memiliki spesialisasi yang kuat di bidang reserse. Kariernya menanjak melalui berbagai penugasan strategis, baik di dalam maupun luar negeri:

Misi Garuda XIV: Pada tahun 1999, saat masih berpangkat Kolonel Polisi (setara AKBP saat ini), ia ditugaskan ke Bosnia sebagai Wakil Komandan Kontingen Garuda XIV.

Kepala Polda: Ia pernah memimpin dua wilayah hukum penting, yakni sebagai Kapolda Banten (2014) dan Kapolda Papua (2017).

Akademisi: Di tengah kesibukan dinasnya, ia berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Komunikasi dari Universitas Padjadjaran (2019), memperkuat reputasinya sebagai pakar komunikasi keamanan.

Datuak Rangkayo Basa: Penjaga Adat di Kampung Halaman
Meski lahir dan berkarier besar di ibu kota, Boy Rafli Amar tidak pernah melepaskan identitas keminangannya. Pada 29 November 2013, ia resmi dikukuhkan sebagai pemangku adat.

Ia menyandang gelar Datuak Rangkayo Basa, sebagai kepala kaum Suku Koto di Nagari Koto Gadang, Agam. Gelar ini bukan sekadar kehormatan, melainkan tanggung jawab moral untuk membimbing kaumnya, membuktikan bahwa jabatan tinggi di tingkat nasional tetap sejalan dengan pengabdian pada akar tradisi.

Penutup: Warisan Pengabdian
Kini, setelah memasuki masa purnabakti, warisan Boy Rafli Amar di kepolisian dan BNPT ditandai dengan penguatan strategi soft approach dalam menangani radikalisme. Di luar seragam dinasnya, ia tetap menjadi sosok panutan bagi masyarakat Minang, baik di ranah maupun di rantau, sebagai jenderal yang tetap merunduk pada adat dan ilmu pengetahuan.

Sumber: Wikipedia bahasa indonesia (Profil Boy Rafli Amar)

#BoyRafliAmar #TokohMinang #KotoGadang #Polri #JenderalMinang #DatuakRangkayoBasa #InfoSumbar #BNPT #ProfilTokoh #SumbarRancak #Agam #Minangkabau

News Feed