Mengenal Ariza Patria: Politisi Santun Berdarah Banjar-Minang yang Jadi Andalan Partai Gerindra

Tokoh39 views

 

Nama Ahmad Riza Patria, atau yang akrab disapa Ariza, telah lama malang-melintang di kancah organisasi dan politik nasional. Dikenal sebagai sosok yang tenang namun strategis, pria kelahiran 17 Desember 1969 ini merupakan salah satu pilar utama Partai Gerindra yang memiliki rekam jejak panjang, mulai dari memimpin organisasi kepemudaan hingga menduduki kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Garis Keturunan dan Latar Belakang Religius
Ariza lahir di Banjarmasin dalam keluarga yang kental dengan nilai religius dan intelektual. Ia merupakan putra dari tokoh ulama besar Indonesia, Amidhan Shaberah, yang pernah menjabat di Majelis Ulama Indonesia (MUI). Garis keturunannya merupakan perpaduan antara etnis Banjar dan Minangkabau.

Dunia politik tampaknya menjadi jalan perjuangan keluarga ini. Adiknya, Ahmad Ridha Sabana, juga dikenal luas sebagai Ketua Umum Partai Garuda.

Akademisi dan Pengalaman Organisasi yang Matang
Ariza adalah seorang intelektual dengan latar belakang teknis yang kuat. Ia menamatkan pendidikan sarjananya di Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN) dan meraih gelar Magister dari Institut Teknologi Bandung (ITB).

Jiwa kepemimpinannya sudah terlihat sejak masa sekolah saat ia menjabat sebagai Ketua OSIS SMA Islam Al-Azhar Jakarta. Karier organisasinya memuncak ketika ia dipercaya memimpin Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) baik di tingkat Jakarta maupun nasional pada periode 1999–2005. Selain itu, ia juga dikenal sebagai Komandan Nasional Menwa Indonesia dan aktif di berbagai organisasi seperti Kadin hingga HIPMI.

Perjalanan Politik: Dari Parlemen ke Balai Kota
Karier politik Ariza di Partai Gerindra sangat cemerlang. Ia tercatat pernah menjabat sebagai Anggota DPR-RI selama dua periode (2014–2024). Di parlemen, ia sempat menduduki posisi Wakil Ketua Komisi II, posisi strategis yang membidangi pemerintahan dalam negeri dan otonomi daerah.

Momen penting kariernya terjadi pada tahun 2020. Melalui mekanisme pemilihan di DPRD DKI Jakarta, Ariza terpilih menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta mendampingi Anies Baswedan, menggantikan posisi yang ditinggalkan Sandiaga Uno. Ia berhasil menjalankan tugasnya hingga masa jabatan berakhir pada Oktober 2022.

Menuju Tantangan Baru di Tahun 2024
Memasuki tahun 2024, posisi Ariza semakin sentral. Sebagai Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra sekaligus Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta, ia menjadi salah satu mesin penggerak utama partai. Namanya pun kerap muncul dalam bursa kepemimpinan nasional, mencerminkan kapasitasnya yang diakui sebagai profesional sekaligus politisi kawakan.

Catatan Hukum
Sebagaimana tokoh publik lainnya, perjalanan Ariza tak lepas dari ujian. Pada tahun 2005, ia sempat terseret dalam dugaan kasus pengadaan barang Pemilu saat bertugas di KPUD DKI Jakarta. Namun, melalui proses persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, ia dinyatakan tidak bersalah dan tidak terbukti melakukan perbuatan melawan hukum. Hakim menegaskan bahwa perannya saat itu murni hanya menjalankan fungsi monitoring dan koordinasi.

Berikut adalah perbaikan biografi Ahmad Riza Patria yang disusun menjadi artikel profil media yang lebih elegan, terstruktur, dan objektif.

Profil Ahmad Riza Patria: Sang Aktivis Organisasi yang Menjadi Simpul Penting Gerindra
JAKARTA – Nama Ahmad Riza Patria, atau yang akrab disapa Ariza, telah lama malang-melintang di kancah organisasi dan politik nasional. Dikenal sebagai sosok yang tenang namun strategis, pria kelahiran 17 Desember 1969 ini merupakan salah satu pilar utama Partai Gerindra yang memiliki rekam jejak panjang, mulai dari memimpin organisasi kepemudaan hingga menduduki kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Garis Keturunan dan Latar Belakang Religius
Ariza lahir di Banjarmasin dalam keluarga yang kental dengan nilai religius dan intelektual. Ia merupakan putra dari tokoh ulama besar Indonesia, Amidhan Shaberah, yang pernah menjabat di Majelis Ulama Indonesia (MUI). Garis keturunannya merupakan perpaduan antara etnis Banjar dan Minangkabau.

Dunia politik tampaknya menjadi jalan perjuangan keluarga ini. Adiknya, Ahmad Ridha Sabana, juga dikenal luas sebagai Ketua Umum Partai Garuda.

Akademisi dan Pengalaman Organisasi yang Matang
Ariza adalah seorang intelektual dengan latar belakang teknis yang kuat. Ia menamatkan pendidikan sarjananya di Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN) dan meraih gelar Magister dari Institut Teknologi Bandung (ITB).

Jiwa kepemimpinannya sudah terlihat sejak masa sekolah saat ia menjabat sebagai Ketua OSIS SMA Islam Al-Azhar Jakarta. Karier organisasinya memuncak ketika ia dipercaya memimpin Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) baik di tingkat Jakarta maupun nasional pada periode 1999–2005. Selain itu, ia juga dikenal sebagai Komandan Nasional Menwa Indonesia dan aktif di berbagai organisasi seperti Kadin hingga HIPMI.

Perjalanan Politik: Dari Parlemen ke Balai Kota
Karier politik Ariza di Partai Gerindra sangat cemerlang. Ia tercatat pernah menjabat sebagai Anggota DPR-RI selama dua periode (2014–2024). Di parlemen, ia sempat menduduki posisi Wakil Ketua Komisi II, posisi strategis yang membidangi pemerintahan dalam negeri dan otonomi daerah.

Momen penting kariernya terjadi pada tahun 2020. Melalui mekanisme pemilihan di DPRD DKI Jakarta, Ariza terpilih menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta mendampingi Anies Baswedan, menggantikan posisi yang ditinggalkan Sandiaga Uno. Ia berhasil menjalankan tugasnya hingga masa jabatan berakhir pada Oktober 2022.

Menuju Tantangan Baru di Tahun 2024
Memasuki tahun 2024, posisi Ariza semakin sentral. Sebagai Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra sekaligus Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta, ia menjadi salah satu mesin penggerak utama partai. Namanya pun kerap muncul dalam bursa kepemimpinan nasional, mencerminkan kapasitasnya yang diakui sebagai profesional sekaligus politisi kawakan.

Catatan Hukum
Sebagaimana tokoh publik lainnya, perjalanan Ariza tak lepas dari ujian. Pada tahun 2005, ia sempat terseret dalam dugaan kasus pengadaan barang Pemilu saat bertugas di KPUD DKI Jakarta. Namun, melalui proses persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, ia dinyatakan tidak bersalah dan tidak terbukti melakukan perbuatan melawan hukum. Hakim menegaskan bahwa perannya saat itu murni hanya menjalankan fungsi monitoring dan koordinasi.

Judul FB Terbaik:
“Profil Ahmad Riza Patria: Sosok Intelektual ITB dan Tokoh Kunci di Balik Layar Gerindra.”

“Dari Ketua KNPI hingga Wakil Gubernur DKI, Inilah Jejak Panjang Pengabdian Ahmad Riza Patria.”

“Mengenal Ariza Patria: Politisi Santun Berdarah Banjar-Minang yang Jadi Andalan Partai Gerindra.”

Data diolah dari berbagai sumber dan Wikipedia Bahasa Indonesia.

Hashtag Facebook:
#AhmadRizaPatria #ArizaPatria #Gerindra #DKIJakarta #TokohPolitik #KabinetMerahPutih #ProfilTokoh #PolitikIndonesia #AnakNagari

News Feed