*PDI Perjuangan Kota Yogyakarta: Nepotisme Hari Ini, Kekalahan Pasti di 2029**

Politik61 views

 

Oleh: Shelabata

Kader harus jujur pada sejarah dan berani pada fakta.
PDI Perjuangan Kota Yogyakarta sedang berjalan menuju kekalahan, bukan karena rakyat berubah, tetapi karena partai dikhianati oleh kepemimpinan nepotistik dan oligarki lokal.

Angka tidak bisa dibohongi:
2014: 77.263 suara – 15 kursi
2019: 82.629 suara – 13 kursi
2024: 60.246 suara – 11 kursi

Pemilu 2024 dibawah Cuk Klowor partai turun secara tajam sejumlah 22.383 suara rakyat hilang dan sekarang di bawah kepemimpinan yang sama maka di pemilu 2029 potensi semakin terpuruk semakin membesar.

Ini bukan kebetulan. Ini pola kegagalan.
Ketika partai dikuasai keluarga dan kroni, rakyat menjauh.
Ketika jabatan diwariskan, bukan diperjuangkan, kader patah semangat.
Ketika kritik dibungkam, partai kehilangan nyawa.

Robert Michels sudah mengingatkan: oligarki membunuh demokrasi partai.

Gramsci menegaskan: partai tanpa kepemimpinan moral akan runtuh oleh rakyatnya sendiri.

Hari ini, PDI Perjuangan Kota Yogyakarta bukan kekurangan kader,
tetapi kelebihan elite rakus kekuasaan.
Jika nepotisme terus dipelihara,
jika oligarki lokal terus dipertahankan,
maka Pemilu 2029 bukan lagi soal menang atau kalah—
tetapi soal apakah PDI Perjuangan masih layak disebut partai rakyat.
Rakyat tidak akan mati bersama elite yang gagal.
Yang mati hanyalah partai yang menolak berbenah.

Lawan oligarki. Hancurkan nepotisme.
Selamatkan partai dari elite yang membusuk.

News Feed