Editor: TEUKU HUSAINI.
PADANG – Pembangunan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Sumatera Barat (Sumbar) kini semakin masif. Program ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam memperkuat perekonomian desa sekaligus mendorong kemandirian masyarakat melalui koperasi. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumbar, Endrizal, menjelaskan bahwa pembangunan gerai ditargetkan selesai pada Juli 2026.
Menurut Endrizal, dari total 1.265 unit Koperasi Merah Putih yang ada di Sumbar, sebanyak 954 unit sudah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), sehingga layak untuk memulai pembangunan gerai dan menjalankan unit usaha. “Tahun lalu, fokus kami adalah pada pembentukan dan pelatihan sumber daya manusia. Tahun ini, prioritas utama adalah pembangunan gerai fisik dan memastikan unit usaha dapat berjalan,” ujarnya pada Rabu (1/4/2026).
Saat ini, sebanyak 171 gerai sedang dalam proses pembangunan di berbagai kabupaten dan kota. Lokasi pembangunan dipilih berdasarkan potensi ekonomi desa dan kesiapan masyarakat untuk mengelola koperasi. “Kami ingin memastikan setiap gerai tidak hanya berdiri sebagai bangunan, tetapi benar-benar bisa menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat,” tambah Endrizal.
Dana pembangunan gerai ini berasal dari pemerintah pusat, sementara sarana prasarana pendukung juga difasilitasi oleh pemerintah. Meskipun beberapa gerai fisik belum rampung, sebagian unit usaha sudah mulai beroperasi. Usaha sembako menjadi unit usaha awal yang dijalankan, karena kebutuhan pokok ini memiliki permintaan tinggi di desa-desa.
Endrizal berharap gerai Koperasi Merah Putih dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan membuka lapangan kerja baru dan mendorong produktivitas desa. Selain itu, koperasi ini juga diharapkan menjadi pusat pembelajaran bagi masyarakat tentang manajemen usaha, administrasi, dan pengelolaan keuangan yang sehat.
Program pembangunan gerai ini sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam memperkuat ekonomi lokal dan mendorong kemandirian desa. Dengan adanya gerai koperasi, masyarakat dapat memperoleh akses yang lebih mudah terhadap produk kebutuhan sehari-hari, sekaligus meningkatkan pendapatan asli desa.
Masyarakat desa menyambut baik pembangunan gerai ini. Mereka berharap gerai koperasi dapat menjadi tempat transaksi yang aman, terpercaya, dan memberi manfaat langsung bagi warga setempat. Pemerintah pun menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam mengelola koperasi agar keberadaan gerai tidak hanya menjadi simbol, tetapi benar-benar menjadi penggerak ekonomi desa yang berkelanjutan.(Sinyalgobes).











