Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memutuskan membongkar Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) lama di Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan.

Daerah241 views

 

JPO tersebut sebelumnya viral dan dijuluki “JPO love and hate” karena berada berdekatan, namun tidak saling terhubung.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan akses penyeberangan nantinya dialihkan ke JPO integrasi yang terhubung dengan Stasiun LRT Rasuna Said dan Halte TransJakarta.

Keputusan tersebut diambil setelah Pramono meninjau langsung kondisi kedua JPO pada Minggu (9/8/2026).

Menurut Pramono, kedua JPO memiliki fungsi yang sama sebagai sarana penyeberangan sekaligus akses menuju transportasi umum. Namun, JPO lama dibangun sekitar awal 1990-an dan tidak memiliki fasilitas lift.

Pramono menilai kondisi tersebut membuat JPO lama kurang ramah bagi penyandang disabilitas dan lansia.

“Yang lama tidak ramah terhadap disabilitas. Yang lama tidak ada liftnya,” ujar Pramono.

Selain itu, terdapat perbedaan ketinggian lantai sekitar 75 sentimeter. Kondisi tersebut membuat opsi menyambungkan kedua JPO tidak dipilih.

Pemprov DKI kemudian memilih mengoptimalkan JPO integrasi yang dinilai lebih layak dan telah dilengkapi fasilitas pendukung, termasuk lift dan guiding block.

Pembongkaran JPO lama ditargetkan mulai dilakukan pada September dan rampung paling lambat Oktober 2026.

Pramono menyebut keputusan tersebut membuat konsep “love and hate” pada dua JPO itu berakhir, karena Pemprov DKI memilih mengoptimalkan satu JPO yang dinilai lebih layak bagi masyarakat.

🎥 Tim Warga Jakarta

#WargaJakarta #JPO #RasunaSaid

News Feed