Pengukuhan Tim Inti LAB, Komitmen Nyata Jaga Ruh Betawi Menuju 500 Tahun Jakarta

Nasional23 views

Teks Foto: Tampak saat Eki Pitung diwawancarai para awak media, (Ist)

Jakarta, KESBANG || NEWS  — Menjelang Ramadhan 1447 Hijriah dan dalam semangat menyongsong 5 abad Kota Jakarta, Dewan Adat Badan Musyawarah (Bamus) Betawi menggelar kegiatan silahturahmi dan konsolidasi pelestarian budaya Betawi dan Laskar Adat Betawi di MAKO (Markas Komando) Laskar Adat Betawi, di Gedung PUPR, Senin (16/2/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang diskusi, doa menyambut Ramadhan (rowahan), sekaligus peneguhan komitmen bersama dalam menjaga dan mengawal Perda 4/2015 tentang Pelestarian Budaya Betawi di tengah dinamika Jakarta sebagai kota global.

Acara yang mengusung tema “Meneguhkan Langkah LAB Bersama DABB dalam Menjaga dan Mengawal Perda 4/2015 Pelestarian Budaya Betawi di Kota Global Menuju 5 Abad Kota Jakarta” ini dihadiri para tokoh adat, pimpinan ormas Betawi, serta sejumlah narasumber nasional, di antaranya Laksdya TNI (Purn) Dadang Irawan sebagai dewan penasehat Dewan Adat Bamus Betawi. Suasana kian khidmat dengan lantunan sholawat serta semarak hiburan budaya Betawi seperti lenong, gambang kromong original, dan topeng blantek tradisional.

Ketua Umum Dewan Adat Bamus Betawi, Eki Pitung, dalam sambutannya menegaskan bahwa menjelang 5 abad Kota Jakarta, Perda 4/2015 bukan sekadar regulasi administratif, melainkan amanah sejarah dan tameng kehormatan masyarakat Betawi.

“Perda ini harus hidup dalam kebijakan, dalam ruang-ruang publik, dalam pendidikan, hingga dalam denyut ekonomi dan kebudayaan masyarakat. Kami tidak ingin Perda 4/2015 hanya menjadi simbol di atas kertas. Ia harus menjadi gerakan bersama. Pelestarian budaya Betawi harus terlihat nyata, dari pelibatan seni tradisi seperti lenong, gambang kromong, dan topeng blantek, hingga penguatan peran Laskar Adat Betawi dalam menjaga marwah kampung halaman. Jakarta boleh menjadi kota global, tetapi ruh Betawi harus tetap menjadi tuan rumah di negerinya sendiri,” tegasnya.

Dalam momentum tersebut juga dilakukan pengukuhan Tim Reaksi Cepat (TRIC) Laskar Adat Betawi serta penguatan Tim Inti LAB sebagai langkah konkret untuk memastikan perda tersebut benar-benar dikawal dan dijalankan secara berkelanjutan.

Tak hanya berbicara tentang regulasi, Eki Pitung juga menyampaikan pesan mendalam kepada generasi muda Betawi agar adat tidak hanya dikenakan sebagai simbol dalam seremoni.

“Adat itu bukan sekadar busana sadariah atau kebaya encim, bukan hanya pangsi yang dipakai saat perhelatan. Adat adalah sopan santun, keberanian membela kebenaran, menghormati orang tua, menjaga persaudaraan, dan memegang teguh nilai agama. Jika itu hidup dalam diri anak-anak Betawi, maka budaya tidak akan pernah hilang,” ujarnya.

Ia berharap generasi muda Betawi mampu menjadi penjaga warisan leluhur yang adaptif terhadap perkembangan zaman, namun tidak tercerabut dari akar tradisinya menjadi generasi yang modern, tetapi tetap beradat.

Acara juga dimeriahkan dengan pernak-pernik busana khas Betawi seperti kebaya ncim, sadariah, dan pangsi Betawi yang dikenakan para peserta sebagai simbol kebanggaan identitas budaya.

Untuk diketahui bersama, Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2015 tentang Pelestarian Budaya Betawi mengatur perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, serta pembinaan kebudayaan Betawi sebagai identitas asli Jakarta. Perda ini menjadi payung hukum bagi pelestarian adat istiadat, kesenian, bahasa, arsitektur, hingga nilai-nilai kearifan lokal Betawi agar tetap lestari dan berdaya di tengah arus modernisasi serta globalisasi ibu kota.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Dewan Adat Bamus Betawi menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi menjaga marwah budaya Betawi sebagai fondasi moral dan identitas Jakarta menuju lima abad perjalanannya.

Editor : Endyis.S

 

Tema: Meneguhkan Langkah LAB Bersama DABB dalam Menjaga dan Mengawal Perda 4/2015 Pelestarian Budaya Betawi di Kota Global Menuju 5 Abad Kota Jakarta

Subtema: Pengukuhan Tim Inti LAB

 

News Feed