Perannya Dinilai Tidak Optimal, Warga Tuntut Pemkot Jakpus Evaluasi Kinerja FKDM Gambir dan Senen

Daerah259 views

Jakarta – Sejumlah warga di Kecamatan Gambir dan Senen, Jakarta Pusat, menyoroti kinerja Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) di wilayah mereka.

Peran FKDM sebagai mitra pemerintah dalam mendeteksi potensi gangguan keamanan dan ketertiban dinilai belum dirasakan secara maksimal oleh sebagian masyarakat.

Warga berharap FKDM tidak hanya hadir dalam kegiatan seremonial, tetapi juga lebih aktif turun ke lingkungan untuk menyerap aspirasi masyarakat, memetakan potensi konflik sosial, serta menyampaikan laporan secara cepat kepada pemerintah dan aparat terkait.

Salah seorang warga Kecamatan Gambir, Santoso, mengatakan hingga saat ini dirinya belum melihat adanya langkah nyata FKDM yang mampu memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kewaspadaan masyarakat.

“FKDM memiliki tugas strategis sebagai detektor dini. Karena itu kami berharap mereka lebih sering hadir di tengah masyarakat, mendengar keluhan warga, dan cepat merespons setiap potensi masalah sebelum berkembang menjadi konflik. Jangan hanya terlihat saat ada kegiatan tertentu saja,” ujar Santoso, Sabtu (25/7/2026).

Ia menilai anggota FKDM seharusnya lebih rutin melakukan pemantauan di lingkungan permukiman dan membangun komunikasi dengan seluruh elemen masyarakat.

“Kalau memang tugasnya mendeteksi potensi gangguan sejak dini, ya harus sering turun ke lapangan. Jangan sampai warga justru lebih dulu mengetahui persoalan dibanding FKDM. Kehadiran mereka harus benar-benar dirasakan, bukan hanya tercatat di atas kertas,” tegas Santoso.

Senada dengan itu, warga Kecamatan Senen, Vira, menilai komunikasi FKDM dengan masyarakat masih perlu diperkuat agar setiap informasi yang berkembang di lingkungan dapat segera ditindaklanjuti.

“Kami ingin FKDM lebih aktif berkeliling lingkungan, berdialog dengan RT, RW, tokoh masyarakat, dan pemuda. Dengan begitu berbagai persoalan sosial bisa dicegah sejak awal, bukan setelah menjadi besar,” ujar Vira.

Vira juga berharap FKDM membuka ruang komunikasi yang lebih luas agar masyarakat tidak kesulitan menyampaikan informasi terkait potensi gangguan keamanan maupun ketertiban.

“Warga sebenarnya siap membantu memberikan informasi. Yang kami butuhkan adalah respons yang cepat dan komunikasi yang baik. Jangan sampai laporan masyarakat berhenti begitu saja tanpa ada tindak lanjut. Kalau FKDM aktif, masyarakat juga pasti akan mendukung,” kata Vira.

Menurutnya, fungsi deteksi dini yang menjadi tugas utama FKDM seharusnya diwujudkan melalui kehadiran langsung di tengah masyarakat, bukan hanya mengandalkan laporan dari pihak lain.

“Setiap potensi gangguan, baik persoalan sosial, kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, hingga potensi konflik antarwarga harus dipetakan sejak dini sehingga langkah pencegahan bisa segera dilakukan. Itu yang kami harapkan dari FKDM,” tuturnya.

Selain itu, warga juga meminta adanya evaluasi terhadap efektivitas program kerja FKDM di kedua kecamatan tersebut. Sosialisasi mengenai tugas dan fungsi FKDM dinilai masih minim sehingga tidak sedikit masyarakat yang belum mengetahui mekanisme penyampaian informasi maupun pelaporan potensi gangguan di lingkungan.

“Berbagai masukan ini kami harapkan menjadi bahan evaluasi bagi FKDM Kecamatan Gambir dan Senen untuk meningkatkan kinerja, memperkuat sinergi dengan RT/RW, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta unsur tiga pilar. Dengan demikian, keberadaan FKDM benar-benar dirasakan manfaatnya sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kondusivitas wilayah di Jakarta Pusat,” pungkas Vira.

News Feed