GP Ansor Gelar Seminar Nasional dan Dorong K.H. Abbas Abdul Jamil Jadi Pahlawan Nasional

Nasional, Sosial89 views

Jakarta, Kesbangnews. com – Dalam rangka memperingati Hari Santri 2026 yang mengusung tema “Jiwa Raga Untuk Indonesia”, Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk “K.H. Abbas Abdul Jamil dan Perjuangannya dalam Mencapai dan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia” pada Senin (19/10/2026).

Kegiatan seminar nasional ini menjadi salah satu agenda strategis dalam rangkaian peringatan Hari Santri. Selain mendalami rekam jejak perjuangan, keberanian, serta ketauladanan K.H. Abbas Abdul Jamil (Mbah Abbas Buntet), GP Ansor juga secara resmi mengawal pengusulan ulama karismatik asal Cirebon tersebut agar ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.

Dalam sambutannya, pimpinan GP Ansor menyampaikan pentingnya meneladani semangat perjuangan dan keteladanan tanpa batas dari Mbah Abbas Buntet. Nilai-nilai heroik tersebut dinilai sangat vital untuk terus dikobarkan, khususnya bagi para kader muda Nahdlatul Ulama (NU) dan anggota GP Ansor di seluruh Indonesia.

“Di mata kita, K.H. Abbas Buntet adalah pahlawan yang tidak tergoyahkan. Tugas kita saat ini adalah menjadikan beliau sebagai uswatun hasanah serta mengambil bagian dari nilai-nilai perjuangannya untuk kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar pimpinan GP Ansor dalam sambutannya.

Lebih lanjut, ditegaskan bahwa peristiwa bersejarah Pertempuran Surabaya dan dinamika kemerdekaan Indonesia tidak lepas dari peran serta dan keterlibatan penting Mbah Abbas Buntet. Perjuangan beliau tidak hanya terbatas pada keberanian melawan penjajah di medan perang, tetapi juga mencakup ketegasan, kepemimpinan, dan dedikasi dalam membina umat serta pesantren.

*Transformasi Khidmat Profesional untuk Masa Depan*

Dalam momentum ini, GP Ansor juga menekankan pentingnya melakukan reorientasi semangat berkhidmat bagi para kader muda NU. Khidmat di era modern dituntut untuk dikelola secara profesional agar mampu melahirkan kompetensi, profesi yang tangguh, serta kesejahteraan bagi jamaah dan bangsa.

​”Kita perlu menggabungkan antara kata ‘khidmat’ dan ‘profesional’. Khidmat harus melahirkan aktivitas, aktivitas melahirkan kompetensi, kompetensi melahirkan profesi, dan profesi melahirkan kesejahteraan. Dengan khidmat yang dikelola dengan baik, kader-kader muda Ansor dapat menjadi pilar kemajuan NU dan bangsa di masa depan,” tambahnya.

Acara seminar nasional ini dihadiri oleh jajaran Pimpinan Pusat GP Ansor, perwakilan Badan Otonom (Banom) NU seperti IPNU, Fatayat, dan Muslimat NU, keluarga besar Pondok Pesantren Buntet Cirebon, akademisi, serta para narasumber dan pimpinan lembaga terkait.

Melalui diskusi ini, GP Ansor berharap keteladanan Mbah Abbas Buntet tidak sekadar menjadi catatan sejarah, melainkan petunjuk arah perjuangan yang hidup bagi generasi muda. (Ria)

News Feed