Pernyataan Sikap Dewan Pembina POI, Joni Sudarso

Nasional14 views

 

Sebagai Dewan Pembina Persahabatan Ojek Online Indonesia (POI), saya, Joni Sudarso, menyampaikan sikap tegas dan penuh keprihatinan atas insiden tragis yang terjadi dalam aksi 28 Agustus 2025, di mana salah satu rekan kami, saudara almarhum Affan Kurniawan pengemudi ojek online, telah meninggal dunia akibat benturan fisik yang terjadi di lapangan adanya Kendaraan Rantis yang tidak bisa dikendalikan oleh Satuan Brimob.

 

Kami menghormati hak konstitusional setiap warga negara untuk menyampaikan aspirasi, termasuk gerakan buruh yang dipimpin oleh Presiden Partai Buruh, Said Iqbal. Namun, kami menolak narasi bahwa aksi tersebut sepenuhnya damai dan bebas dari potensi kekerasan. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa gesekan antar kelompok tetap terjadi, dan nyawa telah menjadi korban.

Kami menilai bahwa seruan anti-kekerasan yang disampaikan oleh Presiden Buruh tidak cukup jika tidak disertai dengan mekanisme pengamanan internal yang ketat dan koordinasi lintas komunitas. Ketika aksi massa melibatkan ribuan orang dari berbagai latar belakang, potensi provokasi dan konflik sangat tinggi. Oleh karena itu, kami mendesak agar setiap gerakan sosial yang melibatkan massa besar harus mengedepankan prinsip tanggung jawab kolektif, bukan hanya retorika damai.

Kami juga menolak anggapan bahwa kelompok lain yang hadir di sekitar lokasi aksi adalah pengganggu. Ojek online adalah bagian dari masyarakat urban yang bekerja di ruang publik. Kehadiran mereka bukan bentuk provokasi, melainkan bagian dari aktivitas ekonomi harian. Menyudutkan mereka sebagai pihak luar yang mengganggu justru memperkeruh suasana dan memperbesar potensi konflik horizontal.

Sebagai bentuk penghormatan terhadap almarhum Affan dan demi menjaga stabilitas sosial, kami menghimbau seluruh pihak—baik buruh, aparat, maupun masyarakat sipil—untuk menahan diri, menjaga kondusifitas, dan mengedepankan dialog terbuka. Aspirasi tidak boleh dibayar dengan nyawa. Demokrasi tidak boleh dibajak oleh ego sektoral.

Kami akan terus mengawal proses hukum atas insiden ini dan mendorong evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola aksi massa di ruang publik. POI berdiri untuk persahabatan, bukan permusuhan.

News Feed