PMII UNUSIA Kabupaten Bogor Resmi Dilantik, Perkuat Konsolidasi dan Arah Gerakan Kader

Home10 views

Kesbangnews.com Bogor — Pelantikan Raya Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) Kabupaten Bogor yang digelar pada 1 Februari 2026 menjadi momentum strategis konsolidasi kader sekaligus peneguhan arah gerakan PMII di tengah tantangan zaman, khususnya dalam menyongsong bonus demografi Indonesia.

 

Ketua Pelaksana Pelantikan, Ifrod Maulana, menyampaikan bahwa kegiatan ini mengusung tema “Mengaktualisasikan Spirit Mahbub Djunaidi dalam Amanah Kepengurusan untuk Meneguhkan PMII sebagai Gerakan Intelektual dan Sosial.” Tema tersebut menegaskan komitmen PMII UNUSIA untuk menjadikan nilai perjuangan sebagai praksis nyata dalam kehidupan organisasi dan sosial kemasyarakatan.

 

Aktualisasi dimaknai sebagai proses perwujudan nilai, gagasan, dan potensi kader ke dalam tindakan konkret. Nilai ini menjadi landasan pengembangan kader yang matang secara intelektual, kreatif, serta memiliki tanggung jawab sosial yang kuat

 

Spirit perjuangan Mahbub Djunaidi sebagai founding person PMII dijadikan kiblat gerakan. PMII UNUSIA menegaskan keberpihakannya kepada kaum mustad’afin melalui upaya-upaya transformatif, khususnya di tingkat desa dan kecamatan, dengan membangun sinergi bersama pemerintah desa dan tokoh masyarakat, termasuk di wilayah Desa Pondok Udik, Kabupaten Bogor.

 

Ketua Komisariat PMII UNUSIA Kabupaten Bogor, Arina Sa’yin Afifa, menekankan pentingnya membangun kader yang berakar dan berkomitmen. Menurutnya, PMII harus menjadi ruang pembinaan yang serius dalam meningkatkan kualitas kader, baik secara intelektual maupun sosial.

 

“Kami membawa visi menjadikan PMII Komisariat UNUSIA bermanfaat bagi kader dan masyarakat luas, memperkuat basis kaderisasi dan pelatihan, serta mendorong transformasi strategis melalui digitalisasi,” ujarnya.

 

Sementara itu, Majelis Pembina Komisariat (Manbikom), Khotibul Umam, S.H., menegaskan bahwa distribusi kader merupakan kewajiban struktural PMII sebagai bagian dari estafet kepemimpinan. Ia menyebut PMII tetap konsisten menjalankan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) dalam pembinaan pemuda di era bonus demografi.

 

 

Dengan total 168 kader mujahid serta dukungan 5 Ketua Cabang PMII UNUSIA, PMII Komisariat UNUSIA dinilai memiliki posisi strategis dalam pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Bogor. Distribusi kader, menurutnya, harus mampu menembus ruang-ruang pengabdian publik, baik di tingkat daerah maupun nasional.

 

Ketua PC PMII Kabupaten Bogor, Aqso Bintang Nusantara, turut mengapresiasi PMII Komisariat UNUSIA sebagai “lumbung kader” PMII. Ia menekankan pentingnya kualitas dan kepemimpinan kader.

 

“Kader PMII harus seperti pohon yang kuat akarnya, menjulang ke langit, dan berbuah memberi manfaat bagi sesama,” ungkapnya.

 

Pandangan tersebut diperkuat oleh Majelis Pembina Cabang (Mabincab) PC PMII Kabupaten Bogor, Gus Abdul Somad, S.IP. Ia menegaskan bahwa UNUSIA merupakan kampus kaderisasi, di mana distribusi kader akan berjalan secara alami apabila kemandirian—terutama kemandirian finansial—telah tercapai.

 

“Jika masih ribut soal distribusi, berarti kita masih jauh dari peradaban. Kemandirian penting agar kekuasaan yang mengejar kita, bukan sebaliknya,” tegasnya.

 

Ia juga menyoroti tantangan bonus demografi yang menuntut kader PMII memiliki keterampilan dan karakter yang kuat, seraya menilai PMII UNUSIA telah menunjukkan lompatan kemajuan signifikan dalam kesiapan menghadapi masa depan.

 

Pelantikan Raya ini menegaskan bahwa PMII Komisariat UNUSIA Kabupaten Bogor tidak hanya menjalankan regenerasi kepengurusan, tetapi juga memantapkan arah gerakan: membangun kader yang mandiri, berkualitas, berkarakter Aswaja, dan siap berkontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

News Feed