Prof. Zudan: BKN Dampingi Pemda Siapkan ASN Terbaik Isi Jabatan Strategis dengan Manajemen Talenta*

Nasional46 views

 

Jakarta – Humas BKN, Dalam pendampingan ekspose Manajemen Talenta ASN terhadap Pemerintah Kabupaten Buru, Kolaka, Bondowoso, dan Mojokerto, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof. Zudan, mengarahkan agar setiap instansi pemerintah perlu menyiapkan suksesor ASN untuk mengisi jabatan strategis melalui sistem manajemen talenta yang terukur dan berbasis merit. Hal ini karena menurutnya keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh program kerja kepala daerah, tetapi juga oleh kesiapan sumber daya aparatur yang mampu melanjutkan dan menjalankan agenda pembangunan secara berkelanjutan.

Prof. Zudan sebut tantangan utama birokrasi saat ini bukan hanya mengisi jabatan yang kosong, tetapi memastikan tersedia kandidat terbaik yang siap menduduki jabatan tersebut ketika dibutuhkan. “Manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk memastikan jabatan-jabatan strategis diisi oleh ASN yang memiliki kinerja tinggi, potensi unggul, dan selaras dengan kebutuhan pembangunan daerah,” ujar Prof. Zudan di Kantor Pusat BKN, Jakarta, Rabu (24/06/2026).

Melalui sistem manajemen talenta, Prof. Zudan mendorong agar pemerintah daerah memiliki peta suksesi yang jelas sehingga proses pengisian jabatan tidak lagi bersifat reaktif, melainkan telah dipersiapkan jauh sebelum terjadi kekosongan jabatan. Pendekatan ini juga menjadi bagian penting dalam memperkuat penerapan sistem merit di lingkungan ASN. Karena itu, BKN juga terus melakukan pendampingan ke seluruh instansi untuk mengakselerasi penerapan manajemen talenta di daerah melalui pemanfaatan aplikasi SIMATA BKN.

Pada kesempatan tersebut, keempat instansi pemerintah daerah memaparkan perkembangan implementasi manajemen talenta di instansinya masing-masing. Diantaranya, yakni Pemerintah Kabupaten Buru yang telah memetakan 3.720 ASN dan menyiapkan simulasi pengisian jabatan melalui mekanisme _succession planning_ berbasis _talent pool_. Hal ini dilakukan untuk memastikan tersedianya kandidat potensial bagi jabatan strategis di masa mendatang.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Kolaka telah memanfaatkan SIMATA untuk memetakan lebih dari 5.700 data kompetensi ASN sebagai dasar penentuan talenta yang dapat dipersiapkan mengisi posisi-posisi strategis secara objektif dan terukur. Selain itu, Kabupaten Bondowoso juga menyampaikan capaian indeks kualitas data ASN di daerahnya telah mencapai 99,18 persen. Hasil pemetaan talenta ini telah membantu Pemkab Bondowoso melalui ketersediaan puluhan kandidat suksesor pada level Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) yang masuk kategori talenta unggul.

Adapun Kabupaten Mojokerto dinilai telah menunjukkan tingkat kematangan implementasi yang baik. Pemkab Mojokerto sendiri telah memetakan seluruh pejabat administrator, dan jabatan fungsional madya sebagai basis penyusunan rencana suksesi, sekaligus mengintegrasikan program pengembangan individu dan strategi retensi talenta ke dalam sistem SIMATA BKN.

Dalam sesi evaluasi, panelis BKN menekankan bahwa kualitas data ASN menjadi faktor kunci keberhasilan manajemen talenta. Pemerintah daerah juga didorong untuk memperkuat strategi retensi talenta, memperluas sosialisasi kepada ASN, serta memastikan hasil pemetaan talenta digunakan secara konsisten sebagai dasar pengisian jabatan. Terkait itu, Deputi Bidang Pembinaan Penyelenggaraan Manajemen ASN BKN, Herman, menjelaskan bahwa setelah memperoleh rekomendasi penerapan manajemen talenta, instansi dapat memanfaatkan hasil pemetaan suksesor untuk mempercepat pengisian jabatan secara lebih transparan, akuntabel, dan sesuai prinsip sistem merit.

Sebagai instansi pembina manajemen ASN dan bagian dari upaya menghadirkan kebijakan pro-ASN, BKN akan terus mendampingi instansi pemerintah dalam membangun ekosistem manajemen talenta yang mampu menghasilkan kader-kader pemimpin birokrasi yang siap mengemban tugas strategis, serta menjawab kebutuhan pembangunan daerah secara berkelanjutan.

News Feed