Nama Jenderal Pol. (Purn.) Prof. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D. telah menjadi salah satu pilar penting dalam panggung pemerintahan dan keamanan nasional Indonesia. Lahir di Palembang, Sumatra Selatan pada 26 Oktober 1964, mantan Kapolri ini kini mengemban amanah besar sebagai Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dalam kabinet pemerintahan, sekaligus dipercaya Presiden Prabowo Subianto sebagai Wakil Ketua Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) sejak 5 November 2024.
Di balik karier politiknya yang cemerlang, Tito memiliki latar belakang keluarga yang kuat serta rekam jejak militer dan kepolisian yang penuh dengan prestasi fenomenal.
Lahir dari Darah Campuran, Lulusan Terbaik Berbagai Ujian
Tito Karnavian tumbuh dalam keluarga berpendidikan dengan latar belakang budaya yang kaya. Ayahnya, Drs. Achmad Saleh, merupakan putra dari seorang santri asal Surabaya bernama Saleh Mualim, yang pernah menimba ilmu di Pondok Pesantren Tebuireng di bawah asuhan Hadratusyech KH Hasyim Asy’ari. Saleh Mualim kemudian merantau ke Sumatra Selatan dan menikah dengan wanita suku Lahat. Dari pernikahan Achmad Saleh dan Kordiah (wanita suku Ogan/Baturaja), lahirlah Tito bersama dua saudaranya yang juga sukses di bidang akademik dan medis, yaitu Prof. Dr. Diah Natalisa dan Dr. dr. Iwan Dakota, Sp.JP.
Kecerdasan Tito sudah terlihat sejak masa sekolah di Xaverius dan SMA Negeri 2 Palembang. Saat duduk di kelas 3 SMA, ia berhasil lulus di empat jalur ujian sekaligus: AKABRI, Kedokteran Universitas Sriwijaya, Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada, dan STAN.
Namun, ia memilih jalur AKABRI (Akademi Kepolisian) lulusan 1987 demi tidak membebani biaya orang tuanya. Haus akan ilmu, Tito kemudian meraih gelar MA dalam bidang Police Studies dari Universitas Exeter, Inggris (1993), Strata-1 di STIK Jakarta (1996), hingga akhirnya merengkuh gelar Ph.D. dari S. Rajaratnam School of International Studies, Singapura.
Melejit Lewat Penumpasan Terorisme
Karier Tito di kepolisian melesat berkat kemampuannya yang luar biasa di bidang reserse dan antiteror. Saat masih berpangkat AKBP, ia memimpin tim Densus 88 yang berhasil melumpuhkan gembong teroris Dr. Azahari di Batu, Jawa Timur, pada 9 November 2005.
Prestasi tersebut disusul dengan keberhasilannya membongkar jaringan teroris pimpinan Noordin M. Top, yang mengantarkannya pada kenaikan pangkat luar biasa menjadi Brigadir Jenderal dan ditunjuk sebagai Kepala Densus 88 Anti-Teror Mabes Polri. Kematangan kepemimpinannya diuji lebih lanjut saat ia dipercaya menjabat sebagai Kapolda Papua (2012) dan Kapolda Metro Jaya (2015). Di ibu kota, ia sukses menangani kasus-kasus besar, termasuk respons cepat kurang dari 5 jam pada peristiwa Teror Bom Sarinah (2016).
Menjadi Kapolri Ke-23 dan Program “Promoter”
Pada Juli 2016, Presiden Joko Widodo menunjuk Tito Karnavian sebagai calon tunggal Kapolri menggantikan Jenderal Pol. Badrodin Haiti. Dilantik pada 13 Juli 2016, Tito menorehkan sejarah sebagai salah satu Kapolri termuda.
Di bawah kepemimpinannya, ia meluncurkan program PROMOTER (Profesional, Modern, dan Terpercaya). Program ini sukses menaikkan citra Polri di mata publik. Berdasarkan survei Litbang Kompas 2017, tingkat kepercayaan publik terhadap kepolisian melonjak drastis ke posisi tiga besar setelah sebelumnya berada di papan bawah. Selain itu, Tito berhasil mereorganisasi internal Polri dengan meresmikan Polda baru (Polda Sulbar dan Kaltara), menaikkan tipe polda perbatasan, serta memperjuangkan kenaikan tunjangan kinerja anggota hingga 70%.
Meski demikian, masa jabatannya bukan tanpa tantangan. Polri di era Tito sempat mendapat sorotan tajam dan kritik dari publik terkait lambatnya pengungkapan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan, hingga dinamika internal seperti pencopotan Kapolres Solok terkait isu persekusi.
Transisi ke Panggung Politik dan Birokrasi
Gaya kepemimpinan yang taktis dan tegas membuat Tito ditarik ke dalam pemerintahan sipil. Pada 23 Oktober 2019, ia resmi menanggalkan seragam kepolisiannya dan dilantik oleh Presiden Joko Widodo menjadi Menteri Dalam Negeri ke-29.
Sebagai Mendagri, Tito bertanggung jawab atas pembinaan bimbingan urusan otonomi daerah, birokrasi, dan tata kelola pemerintahan desa di seluruh Indonesia. Kiprah kepemimpinannya yang solid di kabinet terus berlanjut, menjadikannya salah satu tokoh kunci dalam stabilitas politik dalam negeri Indonesia hingga saat ini.
Sumber: Wikipedia
#TitoKarnavian #ProfilTokoh #Mendagri #TokohPolri #Densus88 #InspirasiBangsa #KarierCemerlang










