Rawasari Cup 2026: Dari Papan Catur untuk Jakarta yang Solid dan Aman

Daerah264 views

Jakarta – Sebanyak 70 peserta dari perwakilan RT/RW se-Kelurahan Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, adu strategi dalam Lomba Catur Rawasari Cup 2026, Sabtu (17/10/2026).

Kegiatan yang digelar di Kantor Kelurahan Rawasari ini mengusung tema “Strategi Cerdas, Jaga Jakarta Tetap Solid dan Aman”.

Lurah Rawasari, Amirudin, dalam sambutannya menegaskan bahwa catur memiliki makna lebih dari sekadar permainan.

“Catur bukan sekadar permainan menggeser bidak di atas papan 64 kotak. Catur adalah olahraga asah otak yang melatih kesabaran, ketajaman strategi, kejelian membaca langkah, serta kemampuan mengambil keputusan di bawah tekanan,” ujar Amirudin.

Menurut Amirudin, nilai-nilai dalam permainan catur sangat relevan dengan semangat menjaga ibu kota.

“Nilai-nilai inilah yang sejalan dengan semangat kita bersama untuk Jaga Jakarta, menjaga kedewasaan berpikir, menjaga ketenangan dalam menghadapi tantangan, dan menjunjung tinggi persaudaraan di tengah dinamika kota kita tercinta,” jelasnya.

Amirudin menambahkan, lomba ini bukan hanya soal siapa yang menjadi juara.

“Melalui ajang lomba catur ini, kita tidak hanya mencari siapa yang keluar sebagai juara. Lebih dari itu, momentum ini adalah wadah silaturahmi, pembibitan talenta muda, dan penguat solidaritas antar pecatur di wilayah Kelurahan Rawasari, baik dari kalangan pemula, junior, hingga senior,” katanya.

“Kepada seluruh peserta, saya berpesan: bertandinglah dengan penuh semangat juang, tunjukkan kemampuan terbaik anda, dan yang paling utama, junjung tinggi sportivitas,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Edo Erari yang juga anggota FKDM Kelurahan Rawasari menekankan pentingnya menjaga Jakarta sebagai rumah bersama.

“Jakarta bukan hanya sekadar pusat pemerintahan atau kawasan bisnis. Jakarta adalah rumah kita bersama — tempat kita mencari penghidupan, tempat anak-anak kita tumbuh, dan tempat berbagai suku, agama, serta budaya hidup berdampingan dalam harmoni,” ujar Edo.

Edo mengingatkan warga untuk tetap dewasa dalam menyikapi dinamika sosial yang belakangan terjadi.

“Belakangan ini, kita diuji dengan berbagai dinamika sosial dan situasi di tengah masyarakat. Berbagai aspirasi tentu sah untuk disampaikan, karena menyuarakan pendapat adalah hak konstitusional setiap warga. Namun, mari kita ingat kembali pesan penting: aspirasi yang disampaikan secara damai adalah cerminan dari kedewasaan kita bersama,” tuturnya.

Ia menegaskan, Jaga Jakarta harus diwujudkan dalam aksi nyata. “Semangat Jaga Jakarta bukanlah sekadar slogan di media sosial. Jaga Jakarta adalah sebuah komitmen nyata: menjaga lingkungan kita tetap kondusif dan aman, melindungi sesama warga tanpa pandang bulu, menolak segala bentuk provokasi, berita bohong (hoaks), dan informasi negatif yang berpotensi memecah belah persaudaraan, serta merawat sikap toleransi, gotong royong, dan rasa kepedulian dari tingkat RT, RW, hingga kelurahan,” tegas Edo.

“Keamanan dan ketertiban di Jakarta bukanlah tugas aparat kepolisian atau pemerintah semata. Keamanan adalah tanggung jawab kita bersama. Ketika lingkungan kita solid, ketika kita saling menjaga dan saling mengingatkan dengan hati yang tenang, maka tidak ada celah bagi perpecahan untuk merusak kota yang kita cintai ini.Melalui Lomba Catur Rawasari Cup dengan tema ‘Strategi Cerdas, Jaga Jakarta Tetap Solid dan Aman’, Mari kita rapatkan barisan, perkuat persaudaraan, dan pastikan Jakarta tetap menjadi rumah yang aman, nyaman, dan damai bagi siapa saja,” tambahnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kasi Pemerintahan Kelurahan Rawasari Solihun, Korwil FKDM Cempaka Putih Kurniawan, Ketua FKDM Kecamatan Rosmiani, Ketua FKDM Kelurahan Firmansyah, dan Ketua LMK Kelurahan Rawasari Syawal Landja.

News Feed