Saiful Chaniago Ingatkan Pemerintah Kurangi Perbudakan WNI di Luar Negeri

Nasional84 views

 

Jakarta – Wakil ketua umum DPP KNPI sekaligus Ketua umum Pasukan Prabowo (PASPROBO) mengapresiasi langkah Presiden Prabowo untuk meningkatkan kredibilitas bangsa Indonesia dalam kehidupan internasional lewat berbagai kerjasama yang telah disepakati dan dijalankan selama ini. Menurutnya, harga diri Indonesia dihadapan dunia internasional tentunya selaras dengan jumlah perbudakan warga negara Indonesia yang saat ini masih sangat banyak bekerja pada kebutuhan rumah tangga banyak negara. Menurut Chaniago, pemerintah Indonesia sepatunya mengurangi jumlah perbudakan WNI demi mendapatkan nilai kredibilitas optimal dalam kehidupan internasional.

“Berdasarkan data SISKO P2MI per Desember 2025, bahwa jumlah pekerja migran Indonesia diluar negeri mencapai 286.422 orang, dan apabila ditambahkan dengan jumlah pekerja WNI yang tidak terdaftar berjumlah 5,2 juta orang. Kemudian berdasarkan informasi yang kami himpun, jumlah pekerja WNI diluar negeri lebih banyak pada pekerjaan rumah tangga alias perbudakan. Nah’ oleh karenanya, kami mengingatkan pemerintah Indonesia untuk sepatutnya mengurangi jumlah perbudakan WNI yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di negeri asing, sebagai bentuk dukungan penguatan harga diri bangsa Indonesia dalam kehidupan internasional yang sedang dijalani presiden Prabowo” jelas pemimpin pemuda Indonesia Saiful Chaniago.

“Perbudakan WNI diluar negeri sering mendapatkan siskaan dan perlakuan tidak manusiawi, tentunya yang demikian sebagai masalah besar dan masalah serius yang harus diperhatikan secara sungguh-sungguh oleh pemerintah Indonesia. Karena nilai perbudakan WNI diluar negeri semakin banyak dalam pantauan kami, dan perbudakan yang demikian itu tentu saja sangat merugikan harga diri bangsa Indonesia dalam pergaulan internasional. Maka pemerintah Indonesia harus secara serius untuk mengurangi jumlahnya, bila perlu dipikirkan langkah terbaiknya untuk memastikan pekerjaan yang lebih terhormat di negerinya sendiri di Indonesia” tegas Chaniago

Ketum PASPROBO mendukung WNI yang bekerja diluar negeri pada perusahaan-perusahaan resmi sebagai bentuk kerjasama bilateral Indonesia dengan negara-negara lain. Menurut Chaniago, terlepas dari pekerja WNI pada perusahaan resmi luar negeri, tentunya pekerja WNI pada pembantu rumah tangga sudah sepatutnya dievaluasi agar dikurangi jumlahnya. Maka’ pemerintah Indonesia lewat kementerian yang bertanggungjawab harus melakukan seleksi secara terpadu untuk memastikan langkah tersebut, sehingga kemudian langkah tersebut sebagai bentuk dukungan penuh terhadap upaya meningkatkan kredibilitas Indonesia dalam pergaulan internasional yang sedang diupayakan presiden Prabowo.

Saiful Chaniago mengharapkan, tidak saja pada masalah perbudakan WNI diluar negeri yang harus mendapatkan perhatian serius, akan tetapi guna mewujudkan nilai kredibilitas optimal dalam pergaulan internasional tentunya semua stakeholder pemerintah Indonesia harus memastikan kualitas terbaik sebagai bentuk keniscayaan terhadap mendorong peningkatan harga diri bangsa Indonesia dengan sebaik-baiknya. Menurutnya, semua komitmen terbaik presiden Prabowo guna memastikan Indonesia sebagai bangsa yang maju dan dihargai bangsa lain, harus didukung oleh segenap bangsa Indonesia secara benar dan terukur, tutupnya.

News Feed