SEGERA TERBIT BUKU TERBARU TENTANG KEPEMIMPINAN

Umum47 views

 

*”Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung”*

_Refleksi Kepemimpinan yang Mempersatukan, Merangkul, dan Menjembatani Demi Kepentingan Bangsa_

Ditulis oleh wartawan senior Joseph Osdar, yang dikenal luas melalui karya-karyanya yang merekam dinamika politik Indonesia secara mendalam, reflektif dan kritis.

Osdar adalah mantan wartawan senior Kompas di Istana dengan 6 Presiden (mulai dari Presiden Suharto hingga Presiden Jokowi).

Dalam buku ini Osdar mengangkat praktik politik yang jarang disorot; politik yang bekerja dalam senyap, tanpa panggung, tanpa sensasi, dan tanpa kebutuhan untuk mempertontonkan konflik. Langkah politik Prabowo Subianto dijadikan pintu masuk untuk membaca wajah lain demokrasi Indonesia—politik yang berlandaskan rasionalitas, etika, serta kepentingan kebangsaan.

Dalam buku ini Osdar juga menjadikan Bambang Soesatyo (Bamsoet), politisi dan wartawan senior sebagai narasumber utama yang ikut memberikan gambaran dan kesan yang sangat mendalam tentang perkenalannya sebagai wartawan muda dengan sosok Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus sekitar 30 tahun lalu di Markas Komando Pasukan Khusus di Cijantung, Jakarta Timur.

Di situlah Dia mengetahui tidak semua perwira menyandang pangkat jenderal memiliki pengalaman berperang di lapangan mempertahankan kedaulatan bangsa.

Prabowo memang jenderal perang. Bukan jenderal salon. Sebagai prajurit TNI, Prabowo
mencatat serangkaian pengalaman tempur. Pada dekade 1970-an, dia diterjunkan dalam Operasi Seroja di Timor Timur (kini Timor Leste). Sebagai Komandan Jenderal
(Danjen) Kopassus, Prabowo pada 1996 memimpin operasi penyelematan tim ekspedisi ilmiah Lorentz yang disandera di Papua.

Bamsoet, tutur Osdar, selain menceritakan bagaimana Prabowo sebagai seorang komandan begitu memberikan perhatian yang luar biasa kepada kehidupan keluarga-keluarga prajuritnya yang gugur dalam tugas, juga menyoroti bagaimana relasi politik yang dibangun Prabowo atas dasar saling menghormati guna menjaga stabilitas politik jangka panjang.

“Terpenting dalam politik adalah kejelasan tujuan dan komitmen kebangsaan. Ketika tujuan nasional menjadi titik temu, maka ego personal dan kepentingan jangka pendek harus dikesampingkan,” jelasnya.

Selain merekam praktik politik, buku “Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung” juga menawarkan pembacaan etis tentang kepemimpinan. Politik bukan sekadar soal kekuasaan, melainkan amanah konstitusional.

Buku ini diharapkan dapat memperkaya diskursus publik mengenai praktik politik yang sehat, rasional, dan berorientasi pada kepentingan bangsa, sekaligus menjadi penanda bahwa demokrasi Indonesia memiliki alternatif narasi selain politik panggung dan kegaduhan.

_Karena pada hakekatnya Pemimpin itu merangkul, bukan memukul. Menyayangi, bukan menyaingi. Mendidik, bukan membidik. Membina, bukan menghina. Mencari solusi, bukan mencari simpati. Membela, bukan mencela._

_*Seribu kawan terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak – Prabowo Subianto._*

News Feed