Jakarta Barat, Dalam rangka memperingati Isra Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW Tahun 1447 Hijriah / 2026 Masehi, Polres Metro Jakarta Barat melaksanakan kegiatan bhakti sosial pembersihan rumah ibadah
Kegiatan tersebut dilaksanakan di lingkungan Polres Metro Jakarta Barat dan Masjid Jami Al Istiqomah Polres Metro Jakarta Barat, Jumat, 16/1/2026
Kegiatan bhakti sosial ini dipimpin oleh AKP Darto N., S.H., M.H., selaku Wakasat Intelkam Polres Metro Jakarta Barat sekaligus Pamenwas, dan diikuti oleh jajaran perwira serta anggota Polres Metro Jakarta Barat.
Kegiatan dilaksanakan setelah apel pagi sebagai bentuk pengabdian dan kepedulian yang berangkat dari nilai-nilai spiritual.
Dengan penuh kebersamaan dan keikhlasan, para personel membersihkan area masjid dan lingkungan sekitarnya.
“Kegiatan ini tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan rumah ibadah, tetapi juga sebagai sarana mempererat tali silaturahmi, menumbuhkan rasa tanggung jawab, serta meneladani nilai-nilai keimanan dan ketakwaan yang terkandung dalam peristiwa Isra Mi’raj,” ujar AKP Darto
Bhakti sosial ini menjadi cerminan bahwa Polri hadir tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga bagian dari masyarakat yang turut merawat tempat ibadah sebagai pusat pembinaan moral dan spiritual.
Diharapkan melalui kegiatan ini, semangat kebersamaan dan pengabdian Polri kepada masyarakat semakin kuat, sejalan dengan nilai-nilai keagamaan dan kemanusiaan.
( *Humas Polres Metro Jakarta Barat* )
[16/1 16.08] Bambang Soesatyo: *Bertemu Dubes Indonesia untuk Italia, Bamsoet Dorong Penguatan Hubungan Bilateral Indonesia–Italia Lewat Ekonomi, Pendidikan, Budaya, dan Teknologi*
*JAKARTA* — Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Bambang Soesatyo, menilai hubungan diplomatik Indonesia dan Italia semakin strategis dan perlu terus ditingkatkan agar memberi dampak nyata bagi kepentingan nasional. Karenanya, pemerintah Indonesia perlu terus memperkuat kerja sama bilateral dengan Italia secara lebih terarah dan berjangka panjang, terutama di sektor ekonomi, perdagangan, pendidikan, budaya, serta transfer teknologi.
Data perdagangan kedua negara menunjukkan tren yang terus meningkat. Nilai perdagangan bilateral Indonesia–Italia pada tahun 2024 tercatat mencapai sekitar USD 3,9 miliar, menempatkan Italia sebagai salah satu mitra dagang utama Indonesia di Uni Eropa. Pada tahun 2025, nilai perdagangan tetap menunjukkan kinerja positif seiring meningkatnya ekspor Indonesia ke Italia, terutama pada komoditas alas kaki, tekstil, karet, furnitur, produk perikanan, serta kopi dan kakao. Sementara dari Italia, Indonesia banyak mengimpor mesin industri, peralatan manufaktur, produk kimia, dan teknologi pendukung industri.
“Posisi Italia sebagai salah satu kekuatan industri dan manufaktur Uni Eropa memiliki kesesuaian dengan agenda pembangunan nasional Indonesia yang tengah mendorong industrialisasi, hilirisasi, dan transformasi ekonomi berbasis nilai tambah. Potensi ini perlu dimaksimalkan secara konkret agar memberikan manfaat langsung bagi kedua negara,” ujar Bamsoet saat bertemu Duta Besar Indonesia untuk Italia Junimart Girsang di Wisma Duta Besar Indonesia Roma, Jumat (16/1/26).
Ketua DPR RI ke-20 dan Ketua Komisi III DPR RI ke-7 ini menuturkan, pentingnya transfer teknologi sebagai bagian dari kerja sama bilateral Indonesia dan Italia. Di sektor aerospasial dan teknologi satelit, Italia dikenal memiliki kapabilitas tinggi melalui pengembangan sistem pengamatan bumi, mitigasi bencana, dan teknologi maritim. Kerja sama di bidang ini dinilai relevan dengan kebutuhan Indonesia sebagai negara kepulauan yang rawan bencana dan memiliki wilayah laut yang luas.
Selain teknologi tinggi, industri kreatif juga menjadi ruang kolaborasi yang menjanjikan. Italia dikenal sebagai pusat desain, mode, dan industri kreatif dunia, sementara Indonesia memiliki kekayaan sumber daya kreatif yang besar. Sinergi kedua kekuatan ini dapat mendorong lahirnya produk kreatif berdaya saing global sekaligus memperkuat diplomasi budaya.
“Di bidang pendidikan dan budaya, kerja sama antarperguruan tinggi, pertukaran pelajar, serta kolaborasi riset perlu terus diperluas agar hubungan kedua negara tidak berhenti pada level pemerintah, tetapi juga menyentuh masyarakat luas. Diplomasi budaya melalui seni, film, desain, dan kuliner dinilai efektif memperkuat saling pengertian dan kedekatan antar bangsa,” kata Bamsoet.
Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia dan Wakil Ketua Umum/Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini juga menyoroti pentingnya penyelesaian Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement atau IEU-CEPA. Perjanjian tersebut dinilai akan menjadi pendorong utama peningkatan hubungan ekonomi Indonesia dengan negara-negara Uni Eropa, termasuk Italia. Dukungan Italia terhadap IEU-CEPA menjadi sinyal positif yang perlu dijaga dan diperkuat melalui diplomasi aktif.
“IEU-CEPA akan membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk Indonesia ke Uni Eropa melalui penurunan dan penghapusan tarif, sekaligus meningkatkan kepastian hukum dan iklim investasi. Bagi Italia, perjanjian ini memberikan peluang memperluas investasi dan kerja sama industri di Indonesia,” pungkas Bamsoet. (*)





