Sosok Kakek BCL yang Ternyata Kolonel Pejuang dari Muaro Paneh dan Orator Ulung Masyumi.

Tokoh19 views

Nama Bunga Citra Lestari (BCL) telah lama menghiasi puncak industri hiburan Indonesia. Namun, tak banyak yang tahu bahwa darah seni dan ketangguhan yang ia miliki mengalir dari sosok kakek yang luar biasa. Beliau adalah Kolonel Drs. Sjarif Usman, seorang tokoh besar Minangkabau yang merupakan pejuang kemerdekaan, perwira militer, sekaligus politikus berpengaruh di masa Orde Lama.

Perwira Tinggi di Masa Revolusi
Sjarif Usman, yang lahir di Muaro Paneh pada 17 Juni 1919, mengawali jejak pengabdiannya melalui jalur militer. Pada masa pendudukan Jepang, ia menempuh latihan di Giyugun hingga meraih pangkat Letnan Satu. Karir militernya melesat saat kemerdekaan Indonesia diproklamasikan.

Beliau tercatat pernah memimpin batalyon Tentara Keamanan Rakyat (TKR) di Solok hingga menjabat sebagai Komandan Resimen I Divisi IX di Bukittinggi dengan pangkat Kolonel. Di masa kritis Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI), ia memimpin Legiun Sjahid, sebuah kesatuan pasukan yang menjadi benteng pertahanan di Sumatra Tengah.

Singa Parlemen dan Orator Masyumi
Setelah masa perang kemerdekaan, Sjarif Usman terjun ke dunia politik melalui Partai Masyumi. Di panggung politik nasional, kakek BCL ini dikenal sebagai “Singa Parlemen”. Beliau merupakan anggota DPR-RI periode 1956–1959 mewakili Jakarta.

Kemampuan bicaranya yang memukau membuatnya disejajarkan dengan Isa Anshary sebagai orator ulung Masyumi. Tak hanya itu, ia menjabat sebagai Ketua Seksi Pertahanan Parlemen dan dikenal sangat vokal dalam melawan paham komunisme di Indonesia, termasuk mendirikan Front Anti Komunis pada tahun 1954.

Pejuang yang Teguh pada Prinsip
Sejarah mencatat Sjarif Usman sebagai sosok yang teguh memegang prinsip keadilan bagi daerah. Hal ini membawanya terlibat dalam PRRI (Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia) pada tahun 1958, di mana ia sempat diangkat sebagai Gubernur Militer Sumatera Barat. Akibat pilihannya tersebut, ia harus menjalani masa tahanan politik di masa pemerintahan Presiden Soekarno hingga akhirnya dibebaskan pada pertengahan 1966.

Wariskan Bakat Seni ke Anak Cucu
Sjarif Usman menikah dengan Hawaniar asal Nagari Sungai Pua. Dari 12 anaknya, bakat seni mulai muncul secara nyata. Salah satu anaknya (bibi BCL) adalah Lily Sjarif, penyanyi Minang legendaris. Darah seni inilah yang kemudian turun kepada cucu-cucunya, termasuk Bunga Citra Lestari dan Intan Ayu.

Kisah hidup Kolonel Sjarif Usman memberikan perspektif baru bahwa BCL bukan hanya lahir dari keluarga intelektual, tetapi juga merupakan keturunan langsung dari seorang pejuang besar yang pernah menentukan arah sejarah bangsa ini melalui pena, orasi, dan senjata.

Sumber: Wikipedia Bahasa Indonesia: Sjarif Usman.

News Feed