Staf Khusus Menteri Agama Gugun Gumilar: Keraton Surakarta Pilar Persatuan dan Warisan Bangsa

Nasional413 views

Kesbangnews.com –Komitmen pemerintah dalam merawat harmoni kebangsaan melalui pendekatan budaya kembali ditegaskan oleh Staf Khusus Menteri Agama Republik Indonesia Bidang Kerukunan Umat Beragama, Layanan Keagamaan, Pengawasan, dan Kerja Sama Luar Negeri, Dr. H. Gugun Gumilar, M.A., Ph.D., saat melakukan silaturahmi dengan keluarga besar Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat

 

Kunjungan yang berlangsung dalam suasana hangat, penuh kekeluargaan, dan sarat makna tersebut menjadi simbol kuat sinergi antara pemerintah dengan institusi budaya dalam menjaga jati diri bangsa, memperkuat kerukunan, serta merawat warisan peradaban Nusantara yang telah diwariskan lintas generasi.

 

Menurut Gugun Gumilar, Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat merupakan salah satu pilar penting peradaban Indonesia yang hingga kini terus menjaga nilai-nilai luhur, tradisi, adat istiadat, dan kearifan lokal sebagai fondasi karakter bangsa.

 

> **”Keraton bukan sekadar peninggalan sejarah, melainkan pusat peradaban yang terus menghidupkan nilai-nilai kebangsaan, etika, budaya, dan spiritualitas. Nilai-nilai inilah yang harus terus kita rawat bersama sebagai kekuatan moral bangsa Indonesia,”** ujar Gugun.

 

Ia menegaskan bahwa Kementerian Agama memandang pelestarian budaya dan penguatan kerukunan sebagai dua aspek yang saling melengkapi dalam membangun Indonesia yang damai, maju, dan berkeadaban.

 

Silaturahmi tersebut, lanjut Gugun, menjadi momentum strategis untuk memperkuat komunikasi, membangun kolaborasi, sekaligus mempererat persaudaraan antara pemerintah, tokoh budaya, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat.

 

“Budaya mengajarkan penghormatan terhadap perbedaan, sedangkan agama menanamkan nilai kasih sayang dan kemanusiaan. Ketika keduanya berjalan beriringan, Indonesia akan memiliki fondasi yang sangat kuat untuk menjaga persatuan,” katanya.

 

Dalam kesempatan tersebut, Gugun juga menyampaikan bahwa Kementerian Agama di bawah kepemimpinan Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A. terus mengedepankan pendekatan kolaboratif dalam memperkuat moderasi beragama yang berpijak pada penghormatan terhadap budaya lokal, nilai-nilai luhur bangsa, dan semangat gotong royong.

 

Menurutnya, warisan budaya tidak hanya harus dipelihara sebagai aset sejarah, tetapi juga dijadikan sumber inspirasi dalam membangun karakter generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.

 

“Pelestarian budaya adalah investasi peradaban. Generasi mendatang harus mengenal akar budayanya agar tetap memiliki identitas, karakter, dan semangat kebangsaan yang kuat di tengah arus globalisasi,” tegasnya.

 

Dalam silaturahmi tersebut, Gugun Gumilar disambut oleh keluarga besar Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, di antaranya Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Panembahan Timoer Rumbai Kusuma Dewayan, Gusti Raden Ayu (GRAy) Devi Lelyana Dewi, Kanjeng Gusti Pangeran Harya Hangabehi, serta Gusti Raden Ajeng (GRAj) Putri Purnaningrum

 

Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh penghormatan, membahas pentingnya menjaga kesinambungan nilai-nilai budaya sebagai perekat kehidupan berbangsa dan bernegara.

 

Silaturahmi ini sekaligus menjadi pesan bahwa pembangunan Indonesia tidak hanya bertumpu pada kemajuan ekonomi dan teknologi, tetapi juga harus ditopang oleh kekuatan budaya, nilai-nilai spiritual, serta semangat persaudaraan yang menjadi identitas bangsa.

 

Melalui kolaborasi antara pemerintah, lembaga budaya, tokoh agama, dan masyarakat, diharapkan warisan luhur bangsa dapat terus lestari serta menjadi sumber inspirasi dalam mewujudkan Indonesia yang harmonis, berkarakter, berbudaya, dan semakin kokoh menghadapi tantangan masa depan.

News Feed