Tadarus Pendidikan Pergunu DKI Jakarta Jadi Ruang Silaturahim dan Aspirasi Guru

Budaya165 views

kesbangnews.com – Pimpinan Wilayah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PW Pergunu) DKI Jakarta menggelar kegiatan “Tadarus Pendidikan: Berbagi Keberkahan di Bulan Ramadhan 1447 H / 2026 M bersama Guru Madrasah dan Guru Ngaji di Wilayah Provinsi DKI Jakarta.”

Kegiatan berlangsung di Kantor Kementerian Agama Jakarta Pusat, Jl. KH. Mas Mansyur No. 128, Tanah Abang, Jumat (6/3/2026) mulai pukul 15.00 WIB hingga selesai dan ditutup dengan buka puasa bersama.

Acara ini menjadi momentum silaturahim, refleksi pendidikan, sekaligus penguatan komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan guru madrasah serta guru ngaji di wilayah DKI Jakarta.

Kegiatan diawali dengan pembacaan istighotsah dan tahlil sebagai bentuk doa bersama untuk memohon keberkahan di bulan suci Ramadhan serta kemudahan dalam menjalankan amanah pendidikan bagi generasi bangsa.

Memasuki sesi Tadris Pendidikan, sejumlah tokoh pendidikan dan pejabat menyampaikan pandangan serta arah kebijakan terkait penguatan peran guru di Indonesia.

Anggota Komisi X DPR RI, Hj. Himmatul Aliyah, dalam pemaparannya menyampaikan bahwa pemerintah saat ini tengah fokus melakukan revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) agar lebih relevan dengan dinamika dan kebutuhan masyarakat.

Ia juga menjelaskan bahwa Komisi X DPR RI terus mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui berbagai program, seperti Program Indonesia Pintar (PIP), Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), serta dukungan pembiayaan pendidikan melalui LPDP.

Menurutnya, aspirasi masyarakat terkait pendidikan dapat disalurkan melalui organisasi profesi, termasuk Pergunu, agar dapat diperjuangkan melalui jalur kebijakan nasional.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan simbolis bingkisan Ramadhan 1447 H kepada guru madrasah dan guru ngaji di wilayah DKI Jakarta sebagai bentuk perhatian kepada para pendidik yang selama ini berperan penting dalam pendidikan berbasis nilai-nilai keagamaan.

Sementara itu, Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Pusat, Denny Ramdany, yang mewakili Wali Kota Jakarta Pusat, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan Pergunu dalam membangun ekosistem pendidikan yang kuat.

Menurutnya, pemerintahan yang baik adalah pemerintahan yang membuka ruang partisipasi masyarakat dalam memberikan masukan dan gagasan pembangunan.

“Forum seperti ini menjadi ruang silaturahim dan komunikasi yang penting antara pemerintah dan masyarakat, khususnya para guru,” ujarnya.

Penasehat PW Pergunu DKI Jakarta, Mohammad Thohar (Gus Toto), menegaskan bahwa upaya memakmurkan guru Nahdlatul Ulama bukanlah perkara mudah. Namun demikian, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diharapkan dapat memberikan dukungan nyata dalam meningkatkan kesejahteraan para guru.

Ia juga menekankan pentingnya pendataan dan validasi guru NU secara akurat, agar pemerintah memiliki dasar data yang jelas dalam merumuskan kebijakan.

Gus Toto juga mengutip hadis Nabi Muhammad SAW:
“Khoirukum man ta’allamal Qur’ana wa ‘allamahu” — sebaik-baik manusia adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.

Ia turut menyampaikan rencana Apel Akbar Guru-Guru NU se-DKI Jakarta bersama Gubernur DKI Jakarta yang direncanakan berlangsung pada akhir tahun 2026, dengan fokus pada penyelesaian pendataan guru secara menyeluruh.

Selain itu, ia mendorong agar Pergunu memiliki sekretariat organisasi yang representatif guna memperkuat konsolidasi organisasi, yang dapat diupayakan melalui pemanfaatan aset pemerintah daerah.

Ketua Pelaksana kegiatan sekaligus Ketua PC Pergunu Jakarta Pusat, Muhammad Azdi Afifi, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda tahunan PW Pergunu DKI Jakarta yang pelaksanaannya dilakukan secara bergilir di setiap cabang. Tahun ini, Pergunu Jakarta Pusat mendapat amanah sebagai tuan rumah.

Ia juga menyampaikan bahwa dalam waktu dekat akan dilaksanakan pelantikan kepengurusan Pergunu setelah Hari Raya Idul Fitri yang direncanakan berlangsung di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat.

Sementara itu, Sekretaris Umum PP Pergunu, Aris Adi Leksono (Gus Aris), mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa Pergunu juga aktif memberikan advokasi terhadap rencana penyusunan Undang-Undang Sistem Pendidikan Indonesia, termasuk terkait definisi dan peran guru dalam regulasi tersebut.

Menurutnya, tantangan perkembangan generasi muda saat ini bergerak sangat cepat sehingga Pergunu perlu terus memperkuat pendidikan karakter berbasis keteladanan serta meningkatkan kesadaran para guru akan tanggung jawab besar mereka dalam mendidik generasi penerus bangsa.

Kegiatan ini juga dihadiri Kasubbag Tata Usaha Kementerian Agama Kota Administrasi Jakarta Pusat, Eka Syamsudin, yang menyampaikan dukungannya terhadap upaya penguatan peran guru madrasah dan guru ngaji di Jakarta.

Acara kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Aris Adi Leksono, dilanjutkan dengan ramah tamah, pembagian bingkisan Ramadhan kepada para guru madrasah dan guru ngaji, serta buka puasa bersama dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan.

Melalui kegiatan Tadarus Pendidikan ini, Pergunu berharap dapat terus memperkuat sinergi antara pemerintah, organisasi profesi guru, dan masyarakat dalam membangun pendidikan yang berkualitas sekaligus memperjuangkan kesejahteraan para guru sebagai pilar utama kemajuan bangsa.

News Feed