Tambang Negara Renggut Nyawa Rakyat: Gerakan Solidaritas Mahasiswa Bogor Raya Kepung PT ANTAM, Peringatkan Aksi Gelombang Lebih Besar

Nasional14 views

Jakarta, 06 Februari 2026 Gerakan Solidaritas Mahasiswa Bogor Raya menggelar aksi unjuk rasa di kantor pusat PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM), Jakarta, sebagai bentuk perlawanan atas tragedi kemanusiaan di wilayah tambang emas Pongkor, Kabupaten Bogor, yang mengakibatkan hilangnya nyawa warga. Aksi ini menjadi peringatan keras terhadap praktik pertambangan negara yang dinilai abai terhadap keselamatan manusia dan perlindungan lingkungan hidup.

Aksi tersebut menegaskan bahwa tragedi yang terjadi bukan sekadar insiden biasa, melainkan cerminan kegagalan sistemik PT ANTAM dalam mengelola wilayah konsesi tambang secara bertanggung jawab. Gas beracun yang merenggut nyawa warga adalah ancaman nyata yang seharusnya dapat dicegah melalui pengawasan ketat, standar keselamatan tinggi, dan tanggung jawab korporasi yang berpihak pada kemanusiaan.

Koordinator Aksi, Md. Aang, menyampaikan bahwa PT ANTAM tidak bisa terus bersembunyi di balik status Badan Usaha Milik Negara untuk menghindari pertanggungjawaban. Menurutnya, negara justru memiliki kewajiban lebih besar untuk memastikan bahwa aktivitas pertambangan tidak berubah menjadi mesin pembunuh bagi rakyat.

“Kami menolak narasi yang menyederhanakan tragedi ini dengan menyebut korban sebagai penambang ilegal. Nyawa manusia tidak pernah ilegal. Ketika tambang negara membiarkan wilayahnya menjadi zona maut, maka itu adalah kejahatan struktural,” tegas Md. Aang.

Gerakan Solidaritas Mahasiswa Bogor Raya juga menilai bahwa selama ini terdapat pembiaran serius terhadap risiko lingkungan di kawasan tambang Pongkor. Negara dan PT ANTAM dinilai lebih sibuk menjaga produksi dan keuntungan dibanding menjamin keselamatan publik. Sikap diam dan lambannya respons hanya mempertegas bahwa nyawa rakyat dianggap lebih murah daripada emas yang ditambang.

Dalam aksi hari ini, mahasiswa mendesak PT ANTAM untuk membuka secara transparan hasil audit keselamatan dan lingkungan, menghentikan segala bentuk pembiaran bahaya, serta bertanggung jawab penuh atas dampak sosial dan kemanusiaan yang ditimbulkan oleh aktivitas pertambangan.

Gerakan Solidaritas Mahasiswa Bogor Raya menegaskan bahwa aksi hari ini bukan klimaks, melainkan awal dari eskalasi perlawanan. Apabila PT ANTAM dan negara terus menghindari tanggung jawab, maka mahasiswa memastikan akan kembali turun ke jalan dengan jumlah massa yang lebih besar, konsolidasi yang lebih luas, dan tekanan yang jauh lebih keras.

Kami tidak akan berhenti sampai ada keadilan.
Kami tidak akan diam ketika nyawa direnggut tambang negara.

Nyawa manusia lebih berharga dari emas.
Bogor Raya bukan tumbal pembangunan.

News Feed