Bagi generasi 2000-an, wajahnya identik dengan ketegangan di kursi panas kuis Who Wants to Be a Millionaire?. Bagi pecinta musik, ia adalah ikon musik country yang tak tergantikan. Namun, bagi dunia internasional, Tantowi Yahya adalah sosok diplomat handal yang berhasil membawa nama Indonesia harum di kancah global.
Perjalanan hidup putra asli Indralaya, Sumatera Selatan ini adalah bukti nyata bahwa mimpi besar yang dibarengi dengan kegigihan bisa menembus batas-batas mustahil.
Modal Nekat: Jalan Kaki 10 KM Demi Bahasa Inggris
Lahir pada 29 Oktober 1960, Tantowi tumbuh dengan keyakinan bahwa “keterkenalan” adalah kunci untuk mempermudah jalan hidup. Nasihat sang ayah bahwa bahasa Inggris adalah “tiket” menuju sukses ia pegang teguh.
Saat remaja di Palembang, ia rela berjalan kaki sejauh 10 kilometer tiga kali seminggu demi ikut kursus bahasa Inggris—sebuah pengorbanan besar demi menguasai bahasa yang kelak membawanya berkeliling dunia. Bermodal sertifikat D1 Pariwisata, Tantowi memberanikan diri merantau ke Jakarta untuk mengejar nasib.
Karier “Lantai Dasar”: Dari Resepsionis Hingga Bos Rekaman
Karier Tantowi tidak langsung dimulai di atas panggung. Ia mengawali langkah sebagai resepsionis di Hotel Borobudur pada 1982. Kesupelan dan kemampuan bahasanya yang mumpuni membawanya naik kelas ke Hotel Hilton, hingga akhirnya dilirik oleh raksasa pita kaset, BASF Indonesia.
Di BASF-lah bakat manajerialnya terasah. Ia menjadi otak di balik ajang bergengsi BASF Award. Setelah itu, ia mendirikan Ceepee Production, label rekaman yang sukses melahirkan bintang-bintang besar seperti Andre Hehanussa, Titi DJ, hingga Sherina Munaf.
Raja Kuis dan Duta Musik Country
Dunia hiburan Indonesia mencatat Tantowi sebagai pembawa acara kelas wahid. Kemenangannya berkali-kali di ajang Panasonic Awards membuktikan karismanya di depan layar. Namun, gairah sejatinya tetap ada pada musik country.
Lewat album Country Breeze yang meledak di pasaran, ia berhasil mempopulerkan genre musik “koboi” ini di Indonesia. Tak hanya itu, ia juga mendirikan Country Music Club of Indonesia dan memiliki gerai pakaian khas barat miliknya sendiri.
Pengabdian di Senayan dan Menjadi Duta Besar
Tak puas hanya di dunia hiburan, Tantowi terjun ke politik lewat Partai Golkar. Ia sukses duduk di DPR RI selama dua periode (2009-2017), di mana ia vokal menyuarakan isu pertahanan dan luar negeri di Komisi I.
Puncak pengabdiannya terjadi pada 2017 saat Presiden Joko Widodo melantiknya sebagai Duta Besar RI untuk Selandia Baru, merangkap Samoa dan Kerajaan Tonga. Di Wellington, Tantowi dikenal sebagai diplomat yang hangat dan inovatif, menggunakan pendekatan budaya (soft diplomacy) untuk mempererat hubungan antarnegara.
Kehidupan Pribadi yang Inspiratif
Di balik kesuksesannya, Tantowi adalah sosok pria keluarga yang sabar. Menikah dengan Dewi Handayari, ia harus menanti selama 15 tahun sebelum akhirnya dikaruniai putra pertama, Adjani, dan disusul putra kedua, Alano. Keteguhannya dalam menanti buah hati seolah mencerminkan kesabarannya dalam merajut karier: perlahan namun pasti mencapai puncak.
Kini, meski telah menyelesaikan masa tugas diplomasinya, Tantowi Yahya tetap menjadi rujukan sebagai ahli komunikasi publik melalui lembaga pendidikan yang ia dirikan, Tantowi Yahya Public Speaking School.
Sumber: Wikipedia Bahasa Indonesia (Profil Tantowi Yahya)
#TantowiYahya #ProfilTokoh #InspirasiIndonesia #DiplomatIndonesia #MusikCountry #WhoWantsToBeAMillionaire #TokohSumsel #PublicSpeaking










