Ternyata Ini Asal-usul Nama ‘Tutut’! Kisah Haru Presiden Soeharto yang Tak Sempat Melihat Putri Sulungnya Saat Lahir Karena Sedang Gerilya

Umum24 views

Ternyata Ini Asal-usul Nama ‘Tutut’! Kisah Haru Presiden Soeharto yang Tak Sempat Melihat Putri Sulungnya Saat Lahir Karena Sedang Gerilya

Nama Siti Hardiyanti Rukmana atau yang lebih akrab disapa “Mbak Tutut” sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Namun, di balik nama panggilan yang ikonik tersebut, tersimpan kisah haru tentang pengorbanan seorang ayah, perjuangan kemerdekaan, dan kasih sayang yang mendalam.

Lahir di Tengah Dentuman Meriam
Siti Hardiyanti Hastuti lahir pada 23 Januari 1949 di Yogyakarta. Saat itu, Indonesia masih dalam kondisi genting mempertahankan kemerdekaan. Ayahnya, Soeharto, yang kala itu berpangkat Letnan Kolonel, sedang mengemban tugas berat sebagai Komandan Brigade Mataram.

Karena panggilan tugas negara, Soeharto harus memimpin pasukan bergerilya di hutan-hutan di luar kota Yogyakarta. Akibatnya, ia tidak bisa mendampingi Siti Hartinah (Ibu Tien) saat proses persalinan putri sulungnya.

Kisah sedihnya, sang ayah baru bisa melihat wajah putri pertamanya itu tiga bulan setelah dilahirkan. Sebuah risiko besar dari keluarga militer yang harus rela terpisah demi kedaulatan bangsa.

Asal-usul Nama ‘Tutut’ yang Unik
Banyak yang penasaran, dari mana asal nama panggilan “Tutut”? Ternyata, nama itu muncul bukan tanpa alasan.

Awalnya, Siti Hardiyanti sering dipanggil Tuti, yang merupakan kependekan dari nama belakangnya, Hastuti. Namun, saat masih kecil, ia seringkali tidak merespons atau tidak menoleh ketika dipanggil dengan nama tersebut.

Untuk membujuk sang putri agar mau menyahut, Soeharto sering menggodanya dengan menirukan bunyi kereta api yang lewat: “Tut… tut… tut…”. Siapa sangka, candaan hangat antara ayah dan anak itu justru menjadi panggilan kesayangan yang melekat seumur hidup. Dari “Tuti” menjadi “Tutut”, sebuah nama yang kini melegenda.

Warisan Sang Ayah: Jiwa Sosial dan Pembangunan
Kini di usianya yang ke-77 tahun, Mbak Tutut terus mengenang didikan sang ayah. Sosok yang dulunya lahir di barak perjuangan itu tumbuh menjadi wanita tangguh. Ia tidak hanya dikenal sebagai putri presiden, tetapi juga sebagai:

Pionir Infrastruktur: Sukses membangun Tol Layang pertama di Indonesia dengan teknologi Sosrobahu.

Pejuang Kemanusiaan: Aktif di PMI dan Yayasan Dana Gotong Royong Kemanusiaan tanpa mau dikawal ketat saat turun ke lokasi bencana.

Penerus Estafet: Pada tahun 2025 lalu, Mbak Tutut mewakili keluarga saat Presiden Soeharto resmi dianugerahi gelar Pahlawan Nasional Indonesia.

Kisah nama “Tutut” bukan sekadar panggilan, melainkan pengingat bahwa ia lahir dari rahim perjuangan dan dibesarkan dengan cinta seorang prajurit. (Wikipedia)

#MbakTutut #Soeharto #SejarahIndonesia #KisahInspiratif #TokohNasional #Nostalgia

News Feed