Upacara HUT ke-81 RI di DPP Golkar, Said Aldi Tegaskan Kemerdekaan Harus Diisi dengan Kerja Nyata dan Kepedulian kepada NTT

Nasional538 views

Kesbangnews.com – DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Neli Murni XI A, Slipi, Palmerah, Jakarta Barat, Senin (17/8/2026), menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dalam suasana khidmat dan penuh semangat kebangsaan.

 

Upacara dipimpin Ketua Umum Pimpinan Pusat Angkatan Muda Partai Golkar (PP AMPG), Said Aldi Al Idrus, dan diikuti jajaran pengurus, kader, organisasi sayap, serta unsur organisasi kemasyarakatan dan kekaryaan dalam keluarga besar Partai Golkar.

 

Rangkaian upacara diawali dengan persiapan peserta, masuknya komandan upacara dan pemimpin upacara, penghormatan, serta laporan komandan. Prosesi dilanjutkan dengan pengibaran Sang Merah Putih diiringi lagu Indonesia Raya, mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan, pembacaan Proklamasi Kemerdekaan, Pembukaan UUD 1945, amanat pemimpin upacara, doa, penghormatan dan penutupan.

 

Dalam amanatnya, Said Aldi menegaskan bahwa kemerdekaan tidak boleh berhenti sebagai seremoni tahunan. Kemerdekaan harus diwujudkan melalui kerja nyata, persatuan, kepedulian sosial dan keberpihakan kepada masyarakat yang membutuhkan.

 

“Merah Putih yang kita kibarkan hari ini adalah simbol perjuangan dan pengorbanan para pahlawan. Karena itu, kemerdekaan harus kita jawab dengan kerja nyata, persatuan dan kepedulian kepada sesama. Jangan sampai semangat kemerdekaan hanya berhenti di lapangan upacara,” ujar Said Aldi.

 

Dalam momentum tersebut, Said Aldi juga menyampaikan keprihatinan dan solidaritas keluarga besar Partai Golkar terhadap masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tengah menghadapi dampak gempa bumi di wilayah Flores dan sekitarnya.

 

“Di tengah kita memperingati kemerdekaan, hati kita juga bersama saudara-saudara kita di NTT yang sedang menghadapi musibah. Kami menyampaikan duka, keprihatinan dan doa bagi seluruh masyarakat yang terdampak. Semoga diberikan keselamatan, kekuatan dan ketabahan, serta seluruh proses penanganan dapat berjalan cepat dan tepat,” tegasnya.

 

Ia menekankan bahwa solidaritas kemanusiaan merupakan bagian tidak terpisahkan dari semangat kebangsaan.

 

“Indonesia tidak boleh meninggalkan siapa pun ketika menghadapi kesulitan. Merawat persatuan berarti hadir ketika saudara kita membutuhkan. Semangat gotong royong harus menjadi kekuatan nyata dalam menghadapi setiap bencana,” kata Said Aldi.

 

Gempa bumi mengguncang wilayah Flores, NTT, pada Sabtu (15/8/2026), dan mendapat perhatian luas karena berdampak terhadap masyarakat di sejumlah wilayah. Sejumlah organisasi politik juga menyerukan solidaritas dan percepatan bantuan bagi warga terdampak. ([Partai NasDem][1])

 

Said Aldi yang juga menjabat Ketua Bidang Kepemudaan dan Olahraga DPP Partai Golkar mengajak generasi muda untuk menjadikan momentum kemerdekaan sebagai energi pengabdian.

 

“Generasi muda jangan hanya menjadi penonton. Kita harus hadir sebagai bagian dari solusi, memperkuat persatuan, meningkatkan kapasitas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Inilah cara kita meneruskan perjuangan para pahlawan,” ujarnya.

 

Menurut Said Aldi, kekuatan organisasi harus selalu bermuara pada kepentingan masyarakat. Soliditas bukan sekadar kekuatan struktural, melainkan kemampuan untuk menyatukan energi dan bergerak bersama ketika bangsa menghadapi tantangan.

 

“Soliditas harus melahirkan kerja. Kekaryaan harus menghasilkan manfaat. Dan kepemudaan harus menjadi kekuatan yang mampu menjawab kebutuhan zaman,” tegasnya.

 

Upacara kemudian ditutup dengan doa dan penghormatan kepada pemimpin upacara, dilanjutkan laporan komandan upacara dan pembubaran peserta.

 

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di DPP Partai Golkar menjadi momentum untuk kembali meneguhkan tiga pesan utama: menjaga persatuan, memperkuat kepedulian dan mengisi kemerdekaan dengan kerja nyata.

 

Dari Jakarta, keluarga besar Partai Golkar menyampaikan solidaritas untuk masyarakat NTT.

 

Indonesia merdeka bukan hanya untuk dirayakan, tetapi untuk terus dijaga, diperjuangkan dan diisi dengan pengabdian.

 

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81.

Bersatu. Peduli. Berkarya untuk Indonesia.

 

News Feed