Arus Bawah PDI Perjuangan Kota Yogyakarta Siap Bersinergi dengan Ganjar Pranowo Tangani Persoalan Sampah*

Daerah276 views

 

Yogyakarta, 1 Maret 2026

Sekitar 40 orang perwakilan Arus Bawah PDI Perjuangan Kota Yogyakarta menggelar pertemuan dengan Ganjar Pranowo dari DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dalam suasana diskusi terbuka dan penuh semangat gotong royong.

Dalam pertemuan tersebut, Ganjar Pranowo secara khusus mengajak kawan-kawan Arus Bawah untuk ikut terlibat aktif membantu menangani persoalan sampah di Kota Yogyakarta. Ia menegaskan bahwa problem sampah bukan semata persoalan teknis kebersihan, tetapi menyangkut tata kelola kota, partisipasi warga, serta keberanian mengambil langkah terobosan berbasis komunitas.

*Persoalan Sampah Kota Yogyakarta: Data dan Realitas*

Sebagai kota pendidikan dan pariwisata, Kota Yogyakarta menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan sampah.

Berdasarkan berbagai data pemerintah daerah dan laporan publik beberapa tahun terakhir:
Produksi sampah Kota Yogyakarta berkisar antara 250–300 ton per hari, dengan dominasi sampah rumah tangga.
Lebih dari 60% komposisi sampah adalah organik, yang sebenarnya berpotensi diolah menjadi kompos.
Ketergantungan pada sistem pembuangan akhir masih tinggi, sementara kapasitas pengolahan di tingkat hulu (TPS3R, bank sampah, dan pengolahan mandiri) belum optimal.

Dampak penutupan dan pembatasan operasional TPA regional beberapa waktu lalu menyebabkan penumpukan sampah di sejumlah depo dan TPS dalam kota.

Persoalan ini berdampak langsung pada kualitas lingkungan, kesehatan masyarakat, citra pariwisata, serta beban fiskal pemerintah daerah.

*Komitmen Arus Bawah: Dari Kritik ke Aksi*

Menanggapi ajakan Ganjar Pranowo, Arus Bawah PDI Perjuangan Kota Yogyakarta menyatakan kesiapan penuh untuk bersinergi dan bergerak konkret. Kami memandang bahwa kader dan simpatisan partai tidak boleh hanya hadir dalam momentum elektoral, tetapi juga dalam penyelesaian persoalan riil masyarakat.

Beberapa komitmen yang siap kami dorong antara lain:
Penguatan edukasi pemilahan sampah dari rumah tangga di tingkat RT/RW.
Aktivasi bank sampah dan model ekonomi sirkular berbasis komunitas.
Kolaborasi dengan komunitas lingkungan dan pelaku UMKM daur ulang.
Mendorong inovasi pengolahan sampah organik menjadi kompos dan maggot.

Bagi kami, ini bukan sekadar agenda teknokratis, melainkan bentuk nyata politik kerakyatan: hadir menyelesaikan persoalan warga secara gotong royong.

Politik Solusi, Bukan Sekadar Narasi
Ganjar Pranowo dalam diskusi tersebut menekankan pentingnya membangun politik solusi. Persoalan sampah, jika ditangani dengan pendekatan partisipatif dan berbasis data, justru dapat menjadi pintu masuk membangun ekonomi rakyat melalui industri pengolahan dan daur ulang.

Arus Bawah PDI Perjuangan Kota Yogyakarta menyambut ajakan tersebut dengan penuh tanggung jawab. Kami siap menjadi bagian dari gerakan bersama untuk menjadikan Yogyakarta lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Demikian siaran pers ini kami sampaikan.

Hormat kami,
M. Andre Rinanto
Arus Bawah PDI Perjuangan Kota Yogyakarta

News Feed