Bukan Gubernur Biasa! Inilah Sosok ‘Penyelamat’ Sumatra Barat yang Dipercaya Jadi Menakertrans Era Soeharto

Umum92 views

Bukan Gubernur Biasa! Inilah Sosok ‘Penyelamat’ Sumatra Barat yang Dipercaya Jadi Menakertrans Era Soeharto

Prof. Drs. Sutan Harun Al Rasjid Zain Datuak Sinaro (1 Maret 1927 – 19 Oktober 2014) merupakan salah satu putra terbaik Minangkabau yang memegang peran sangat krusial dalam pemulihan sosial, ekonomi, dan politik Sumatra Barat pasca-PRRI. Memiliki latar belakang akademisi, pejuang kemerdekaan, dan pakar ekonomi perburuhan lulusan University of California at Berkeley, ia menjadi sosok teknokrat pemersatu yang berhasil merangkul kembali masyarakat Ranah Minang ke dalam pangkuan Republik Indonesia.

Prof. Harun Zain, akademisi dan Gubernur Sumbar 1966-1977. Sumber: Fuad Nasar’s News – WordPress.com
Lahir di Jakarta, Harun Zain merupakan putra dari pakar bahasa kenamaan Indonesia asal Pariaman, Prof. Sutan Muhammad Zain. Jiwa patriotisme Harun telah membara sejak remaja. Pada masa Revolusi Fisik (1945–1950), ia aktif mengorbankan masa mudanya di barisan Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP) Brigade 17 di Jawa Timur, serta terlibat langsung dalam operasi penumpasan kudeta APRA/Westerling di Jakarta sebelum akhirnya purnatugas dari militer.

Usai masa perang, Harun menyelesaikan pendidikan S1 di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FE UI) dan memperdalam ilmu hubungan perburuhan di UC Berkeley, AS. Kiprah akademisnya melesat pesat:

Rektor Universitas Andalas (Unand) (1964–1966) – membangun fondasi kampus tertua di luar Jawa ini agar kembali bangkit.

Gubernur Sumatra Barat dua periode (1966–1977) – memimpin rekonsiliasi daerah pasca-pergolakan, memulihkan infrastruktur, serta memajukan pendidikan Islam dan umum.

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabinet Pembangunan III (1978–1983) – meletakkan dasar pengelolaan tenaga kerja dan pemerataan transmigrasi nasional.

Anggota Dewan Pertimbangan Agung (DPA-RI) (1983–1988) dan Rektor Pertama Universitas Mercu Buana Jakarta (1985–1997).

Sebagai gubernur, keberhasilan Harun Zain dalam membangun Ranah Minang membuatnya sangat dicintai masyarakat. Pada tahun 1977, ia diangkat sebagai penghulu Suku Piliang Piaman Sabatang Panjang dengan gelar Datuak Sinaro. Kepemimpinannya yang sejuk dan visioner melahirkan kader kepemimpinan daerah teruji, termasuk usulannya menunjuk Azwar Anas sebagai penerusnya.

Harun Zain wafat pada 19 Oktober 2014 dalam usia 87 tahun dan dimakamkan dengan penghormatan negara di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta. Ia dikenang sebagai pengabdi bangsa sejati yang menyatukan integritas akademisi, keberanian pejuang, dan kearifan seorang pemimpin daerah.

Sumber: Wikipedia

#HarunZain #GubernurSumbar #Unand #UniversitasAndalas #SejarahMinang #SumatraBarat #Pariaman #OrdeBaru #Menakertrans #TokohMinang #ProfilTokoh #BiografiTokoh #KisahSejarah #TMPKalibata #TokohBangsa

News Feed