GPM Kulonprogo Siap Konfercab Di Akhir Bulan September 2026

Daerah61 views

 

KULONPROGO — Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) terus melakukan konsolidasi organisasi di Daerah Istimewa Yogyakarta. Setelah sebelumnya melakukan penguatan struktur di sejumlah kabupaten/kota, kini GPM Kulonprogo menyatakan kesiapan untuk kembali bergerak dan menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) pada akhir September 2026.

Komitmen tersebut disepakati dalam pertemuan silaturahmi antara jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GPM dengan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GPM Kulonprogo, Minggu, 13 September 2026. Pertemuan berlangsung hangat di salah satu rumah makan di Toyan, Wates, yang sekaligus merupakan salah satu unit usaha kader GPM.

DPP GPM dalam pertemuan tersebut diwakili Antonius Fokki Ardiyanto selaku Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga DPP GPM sekaligus Sekretaris GPM DIY, Edy Susanto selaku Wakil Ketua Bidang Hukum DPP GPM, serta Bambang Setyo Martono selaku Pembina DPP GPM.

Ketiganya diterima langsung oleh jajaran pengurus DPC GPM Kulonprogo yang dipimpin oleh Indarto. Pertemuan yang diikuti delapan pengurus DPC tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kembali konsolidasi dan semangat pergerakan GPM di Kabupaten Kulonprogo.

Dalam pertemuan itu disepakati sejumlah agenda penting. Pertama, DPP dan DPC GPM Kulonprogo berkomitmen untuk kembali menggerakkan organisasi dan membesarkan GPM sebagai wadah perjuangan kaum muda dalam membumikan nilai-nilai Marhaenisme di bumi Menoreh.

“GPM harus kembali hadir di tengah rakyat. Marhaenisme tidak boleh hanya menjadi wacana atau romantisme sejarah, tetapi harus menjadi spirit perjuangan kaum muda untuk menjawab persoalan rakyat,” ujar Antonius Fokki Ardiyanto.

Menurut Fokki, konsolidasi organisasi merupakan bagian penting untuk memastikan GPM memiliki struktur yang hidup, kader yang militan, serta program yang menyentuh persoalan nyata masyarakat.

Kedua, disepakati bahwa Konfercab GPM Kulonprogo akan dilaksanakan pada akhir September 2026. Konfercab diharapkan menjadi momentum untuk melakukan penyegaran organisasi sekaligus menyusun arah gerakan GPM Kulonprogo ke depan.

Ketiga, sebelum pelaksanaan Konfercab akan dilakukan kaderisasi yang melibatkan sekitar 100 kader muda. Kaderisasi tersebut diarahkan untuk memperkuat pemahaman generasi muda terhadap sejarah perjuangan GPM, pemikiran Bung Karno, Marhaenisme, serta tanggung jawab kaum muda dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Kita ingin Konfercab bukan sekadar pergantian kepengurusan. Harus ada proses kaderisasi dan pembentukan kesadaran ideologis, sehingga setelah Konfercab GPM Kulonprogo benar-benar mempunyai energi baru untuk bergerak,” tegas Fokki.

Keempat, pertemuan menyepakati segera membentuk kepanitiaan Konfercab GPM Kulonprogo sebagai langkah awal mempersiapkan seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari kaderisasi hingga pelaksanaan konferensi.

Sementara itu, Edy Susanto menegaskan pentingnya membangun organisasi yang tertib, solid dan memiliki pijakan konstitusional. Menurutnya, penguatan struktur GPM harus berjalan seiring dengan penguatan kader dan pemahaman terhadap aturan organisasi.

Hal senada disampaikan Bambang Setyo Martono yang menekankan bahwa kaderisasi merupakan jantung dari keberlangsungan organisasi. GPM harus mampu melahirkan generasi muda yang memahami Marhaenisme sekaligus mampu menerjemahkannya dalam tindakan nyata di tengah masyarakat.

Pertemuan DPP GPM dan DPC GPM Kulonprogo tersebut kemudian ditutup dengan ramah tamah dan makan bersama. Suasana kekeluargaan semakin memperkuat tekad bersama untuk menghidupkan kembali pergerakan GPM di Kulonprogo.

Dari Toyan, Wates, sebuah kesepakatan diteguhkan: GPM Kulonprogo siap kembali bergerak, memperkuat kaderisasi, membesarkan organisasi, dan membumikan Marhaenisme di bumi Menoreh.

News Feed