*JAKARTA* – Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Dewan Pembina Komunitas Jeep Perkumpulan Pemilik Izin Khusus Senjata Api Bela Diri (PERIKHSA) 4×4 COMMUNITY dan Ketua Dewan Pembina IMI, Bambang Soesatyo, menuturkan kehadiran komunitas Jeep PERIKHSA 4×4 merupakan bagian dari upaya membangun nasionalisme berbasis komunitas di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks. Di tengah dinamika global dan dalam negeri yang penuh ketidakpastian, komunitas berbasis hobi dengan disiplin tinggi dinilai memiliki potensi menjadi kekuatan sosial baru yang relevan bagi ketahanan bangsa.
Aktivitas off road menuntut ketahanan fisik, kepemimpinan, kerja sama tim, hingga kemampuan mengambil keputusan dalam kondisi sulit. Nilai-nilai ini selaras dengan konsep bela negara yang menekankan kesiapsiagaan warga dalam menghadapi berbagai ancaman, baik bencana alam maupun krisis sosial.
“Nasionalisme di era modern tidak lagi hanya dimaknai dalam konteks formal kenegaraan, tetapi juga melalui praktik keseharian, termasuk dalam komunitas hobi. Komunitas Jeep PERIKHSA 4×4 menjadi contoh bagaimana nilai bela negara dapat ditanamkan melalui aktivitas yang digemari, seperti off road yang menguji ketahanan, kerja sama tim, dan kemampuan mengambil keputusan di medan sulit,” ujar Bamsoet usai melepas Riding Komunitas Jeep 4×4 di Parle Senayan Jakarta, Minggu (19/4/26).
Hadir antara lain Ketua Dewan Penasehat PERIKHSA 4×4 Komjen Pol (Purn.) Nanan Soekarna, Presiden PERIKHSA 4×4 Malik Bawazier dan para anggota PERIKHSA 4×4 lainnya.
Ketua DPR RI ke-20 dan Ketua Komisi III DPR RI ke-7 ini menuturkan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat Indonesia mengalami lebih dari 3.000 kejadian bencana sepanjang 2025. Didominasi banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem. Dalam banyak kasus, keterbatasan akses ke wilayah terdampak menjadi kendala utama distribusi bantuan.
“Di sinilah komunitas kendaraan 4×4 memiliki keunggulan mobilitas yang tidak dimiliki kendaraan biasa. Berbagai komunitas off road di Indonesia telah terlibat dalam evakuasi dan distribusi logistik di wilayah terpencil, menunjukkan bahwa komunitas hobi dapat bertransformasi menjadi infrastruktur sosial non formal yang efektif,” kata Bamsoet.
Ketua Umum Pemilik Izin Khusus Senajata Api Bela Diri Indonesia (PERIKSHA) dan Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menambahkan, Indonesia saat ini tengah menghadapi tantangan ketahanan nasional yang semakin multidimensi, mulai dari ancaman siber, disinformasi, hingga potensi konflik sosial berbasis identitas. Model ketahanan yang mengandalkan negara semata tidak lagi cukup. Diperlukan keterlibatan masyarakat sipil yang terorganisir dan memiliki kapasitas nyata di lapangan. Komunitas seperti PERIKHSA ataupun PERlKSHA 4×4, dengan kombinasi disiplin, jaringan, dan mobilitas, memiliki peluang untuk menjadi bagian dari solusi tersebut.
“Spirit brotherhood yang terbangun dalam komunitas otomotif dan olahraga menembak merupakan modal sosial yang sangat kuat dalam menjaga persatuan bangsa. Anggota PERIKHSA adalah warga negara terlatih yang harus siap berada di garda terdepan bersama masyarakat lainnya dalam menghadapi berbagai ancaman, baik dari dalam maupun luar,” pungkas Bamsoet. (*)











