Karangasem, Bali — Dalam rangka upacara agung Betara Turun Kabeh yang bertepatan dengan Purnama Kedasa, keluarga besar Pesemetonan Arya Kepakisan Dauh Baleagung (AKDBA) Kabupaten Buleleng menuntaskan rangkaian kegiatan penganyar di Pura Besakih dengan penuh khidmat.
Ketua Pesemetonan AKDBA Buleleng, Lanang Aryawan, menjelaskan bahwa penganyar dilaksanakan sebanyak dua kali. Tahap pertama berlangsung pada Selasa, 14 April 2026, yang diwakili krama Buleleng Barat. Sementara tahap kedua digelar pada Minggu, 19 April 2026, oleh perwakilan Buleleng Timur.
“Kegiatan hari ini menjadi penutup rangkaian penganyar Pesemetonan AKDBA Buleleng dalam upacara Betara Turun Kabeh tahun ini,” ujarnya.
Prosesi penganyar dimulai pukul 09.00 WITA dan berlangsung tertib hingga sekitar pukul 10.30 WITA. Selanjutnya, seluruh krama melaksanakan persembahyangan bersama di kawasan pedarman, yang kemudian dilanjutkan di Penataran Agung.
Tak hanya sarat makna spiritual, kegiatan ini juga menjadi ruang mempererat kebersamaan. Interaksi hangat antaranggota pesemetonan terlihat dalam rangkaian kegiatan, termasuk kebersamaan usai persembahyangan.
Lanang Aryawan berharap, momentum ini membawa tuntunan, perlindungan, serta berkah Ida Sang Hyang Widhi Wasa bagi seluruh keluarga besar pesemetonan.
“Melalui kebersamaan ini, kami berharap ikatan kekeluargaan semakin kuat dan mampu memberikan kontribusi positif bagi Bali, khususnya Kabupaten Buleleng,” tambahnya.
Ia juga mengapresiasi kesiapan panitia di Pura Besakih yang dinilai telah mempersiapkan seluruh rangkaian upacara dengan sangat baik, sehingga kegiatan berjalan lancar dan penuh makna.
Ke depan, kegiatan serupa diharapkan terus berlanjut, tidak hanya dalam konteks upacara keagamaan, tetapi juga sebagai sarana memperkuat solidaritas dan menjaga keharmonisan keluarga besar pesemetonan.
[MS007]











