Baru Enam Bulan Beroperasi, KKMP Demangan Kota Yogyakarta Bukukan Omzet Rp139 Juta Lewat Sistem Laku–Bayar*

Daerah51 views

 

YOGYAKARTA – Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Demangan mencatatkan capaian positif pada Tahun Buku 2025. Dalam waktu operasional sekitar enam bulan, koperasi berbasis warga tersebut berhasil membukukan omzet sebesar Rp139.034.500.

Pencapaian tersebut diperoleh melalui model usaha berbasis kemitraan dengan sistem laku–bayar, tanpa mengandalkan suntikan modal usaha dari pemerintah dan tanpa menggunakan simpanan pokok maupun simpanan wajib anggota sebagai modal perdagangan. Dana anggota tetap dipertahankan sesuai fungsinya sebagai penguatan kelembagaan koperasi.

Ketua KKMP Demangan, Antonius Fokki Ardiyanto, mengatakan bahwa sejak awal pengurus bersepakat membangun koperasi dengan mengedepankan kepercayaan, profesionalisme, dan kolaborasi.

“Kami ingin membuktikan bahwa koperasi dapat tumbuh melalui tata kelola yang baik dan kemitraan yang sehat. Kepercayaan menjadi modal utama kami. Dari sana lahir berbagai kerja sama yang memungkinkan koperasi bergerak dan berkembang secara bertahap,” ujar Fokki.

Hingga akhir Tahun Buku 2025, aktivitas usaha KKMP Demangan masih bertumpu pada dua unit usaha utama, yaitu Batik Segoro Amarto Reborn dan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Air Jogja AYO.

Pada unit usaha Batik Segoro Amarto Reborn, koperasi mengembangkan produksi sekaligus pemasaran batik bersama perajin dan pelaku UMKM. Sementara pada unit usaha AMDK Air Jogja AYO, koperasi menjadi mitra distribusi produk air minum kepada masyarakat dan berbagai pelanggan.

Seluruh aktivitas usaha dijalankan dengan sistem laku–bayar, yaitu produk terlebih dahulu dipasarkan kepada konsumen, kemudian pembayaran kepada mitra dilakukan setelah produk terjual atau sesuai kesepakatan kerja sama. Skema ini membuat perputaran usaha tetap berjalan secara sehat, sekaligus menjaga keamanan dana simpanan anggota.

Menurut Fokki, model tersebut menunjukkan bahwa koperasi tidak selalu harus memulai usaha dengan modal besar. Yang lebih penting adalah membangun kepercayaan, menjaga komitmen kepada mitra, serta menerapkan tata kelola yang transparan dan akuntabel.

“Enam bulan tentu bukan waktu yang panjang. Namun capaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat koperasi sebagai rumah bersama bagi warga, memperluas jaringan usaha, dan menghadirkan manfaat ekonomi yang semakin besar bagi anggota maupun masyarakat,” katanya.

Capaian omzet Rp139.034.500 dalam enam bulan operasional menjadi tonggak awal perjalanan KKMP Demangan. Ke depan, koperasi berkomitmen memperkuat unit usaha yang telah berjalan, memperluas jaringan kemitraan, serta terus menghadirkan model usaha koperasi yang profesional, mandiri, dan berbasis kebutuhan masyarakat.

News Feed