Bukan Pilihan Jokowi, Ahok Ungkap Dirinya Dinaikkan untuk Singkirkan Sandiaga

Umum78 views

Bukan Pilihan Jokowi, Ahok Ungkap Dirinya Dinaikkan untuk Singkirkan Sandiaga

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengungkap cerita di balik pencalonannya sebagai calon wakil gubernur DKI Jakarta pada Pilkada 2012. Ia mengaku awalnya tidak diinginkan Joko Widodo (Jokowi) dan hanya dijadikan “kartu mati” untuk menyingkirkan kandidat lain, termasuk Sandiaga Uno.

Pengakuan itu disampaikan Ahok saat berbincang dengan mantan Menko Polhukam Mahfud MD dan jurnalis Rizal Mustary dalam tayangan kanal YouTube Mahfud MD Official pada 7 Maret 2026.

Saat lobi koalisi Gerindra dan PDIP berlangsung, Ahok mengaku berada di posisi ke-12 dari 12 kandidat berdasarkan survei. Dua nama yang saat itu disebut kuat mendampingi Jokowi adalah Deddy Mizwar dan Sandiaga Uno.

Ahok menyadari peluangnya kecil karena latar belakangnya. “Sama saya pasti kartu mati dong. Udah Chinese turunan, Kristen, bukan Betawi, enggak ada duit. Enggak masuk akal,” kata Ahok.

Menurut Ahok, Jokowi saat itu tidak menginginkan Sandiaga. Namanya kemudian dinaikkan dari posisi ke-12 untuk disandingkan dengan Deddy Mizwar dan dibawa ke Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Perhitungannya, Megawati dinilai tidak akan memilih Deddy Mizwar, sementara Ahok dianggap sebagai pilihan yang tidak mungkin dipilih.

Namun, skenario tersebut justru berbalik. Megawati memilih Ahok sebagai calon wakil gubernur.

“Enggak tahu Ibu Mega, enggak tahu dari Bali, dari mana. Pilih Ahok,” ujar Ahok.

Keputusan itu disebut membuat internal partai terkejut. Jokowi dan mendiang Tjahjo Kumolo disebut tidak menyangka hingga sempat marah karena hasilnya berbeda dari skenario awal.

Setelah menjadi pendamping Jokowi, strategi kampanye Ahok disesuaikan dengan kondisi politik. Karena dinilai berpotensi mengurangi suara dari kelompok mayoritas, sejumlah alat peraga kampanye di kawasan tertentu tidak menampilkan wajahnya. Ahok kemudian lebih difokuskan menggarap suara kelompok minoritas dengan blusukan dari satu restoran ke restoran lainnya.

Siasat yang awalnya dimaksudkan menjadikan Ahok sebagai “kartu mati” untuk menyingkirkan kandidat lain justru berakhir dengan dirinya menjadi calon wakil gubernur DKI Jakarta pada Pilkada 2012.

News Feed