Dari ‘Si Doel’ Penulis Mading Canduang Agam Hingga Jenderal Bintang Tiga: Rekam Jejak Letjen TNI Mohamad Hasan

Umum60 views

Setiap perjalanan hidup tokoh besar selalu menyimpan kisah masa muda yang unik dan penuh keteladanan. Bagi masyarakat di lereng Gunung Marapi, sosok Letnan Jenderal TNI Mohamad Hasan, S.I.P., M.Han. bukan sekadar perwira tinggi militer dengan rekam jejak mentereng. Sebelum mengomandoi pasukan tempur elite dan memegang posisi puncak di TNI Angkatan Darat, jenderal bintang tiga ini adalah seorang remaja pemuda kampung yang gemar merangkai kata di majalah dinding sekolah.

Masa Remaja di Canduang dan Julukan “Si Doel”
Lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 13 Maret 1971, Mohamad Hasan dibesarkan dalam keluarga prajurit bersuku Minangkabau. Ayahnya, Nazir Zubir, merupakan anggota ABRI, sementara sang ibu bernama Asni. Garis keturunan keluarganya mengakar kuat di Jorong Gantiang Koto Tuo, Nagari Canduang Koto Laweh, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Masa remaja Hasan dihabiskan di tanah leluhurnya setelah ia pindah sekolah ke Canduang saat duduk di kelas 2 SMP. Ia menuntaskan pendidikan di SMP Negeri Simpang Candung dan dilanjutkan ke SMA Negeri 1 IV Angkat Candung (kini SMA Negeri 1 Ampek Angkek). Di bangku SMA inilah karakter dan bakat literasinya mengemuka. Karena kegemaran serta kepiawaiannya dalam menulis hingga karya-karyanya sering menghiasi majalah dinding (mading) sekolah, rekan-rekannya dengan hangat menjulukinya “Si Doel”.

Tempaan Korps Baret Merah dan Pengalaman Tempur
Setamat dari SMA pada tahun 1989, Hasan memilih mengabdi pada negara melalui jalur militer. Ia menempuh pendidikan di Akademi Militer (Akmil) dan resmi dilantik sebagai perwira TNI AD pada tahun 1993. Sejak awal kedinasannya, Hasan memilih kecabangan Infanteri dan banyak menempa kemampuan taktis serta kepemimpinannya di satuan elite Korps Baret Merah (Kopassus).

Sebagai perwira lapangan yang kenyang pengalaman tempur, Mohamad Hasan dipercaya memimpin berbagai operasi penugasan vital di wilayah konflik, di antaranya Operasi Timor Timur (1995), Operasi Irian Jaya (1999), hingga memimpin Operasi Nemangkawi di Papua pada tahun 2019.

Puncak Jabatan dan Pengabdian di TNI AD
Kombinasi antara kapasitas intelektual, ketajaman analisis, kepiawaian komunikasi, serta ketangguhan di lapangan mengantarkan perwira berdarah Canduang ini merengkuh berbagai posisi pimpinan strategis di tubuh TNI AD. Rekam jejak kepemimpinannya mencatatkan jabatan-jabatan vital nasional, mulai dari Komandan Paspampres (Danpaspampres), Danjen Kopassus, Pangdam Jaya, Pangdam I/Bukit Barisan, Panglima Kostrad (Pangkostrad), hingga kepercayaan mengemban amanat sebagai Komandan Kodiklat TNI AD (Dankodiklatad).

Dari kebiasaan mengasah gagasan lewat tulisan mading di Canduang hingga kini memimpin pembinaan doktrin serta pendidikan seluruh prajurit TNI AD, perjalanan hidup Letjen TNI Mohamad Hasan memberikan pelajaran berharga: bahwa ketekunan, kebiasaan berpikir kritis, dan kecintaan pada tanah air adalah modal utama menuju puncak pengabdian bagi bangsa dan negara.

Sumber: Wikipedia

#MohamadHasan #LetjenMohamadHasan #Canduang #Agam #SumateraBarat #TokohMinang #Dankodiklatad #Pangkostrad #Kopassus #BaretMerah #TNIAD #RekamJejakTokoh #ProfilTokoh #InspirasiKepemimpinan #KisahInspiratif

News Feed