Elhan Zakaria Gali Sikap Politik GI-JOE, Benny Parapat: Perbedaan Pilihan Jangan Jadi Penghalang Persatuan

Politik7 views

[Foto: Tangkapan layar YouTube Pemimpin Masa Depan News, Benny Parapat (kiri) dan Elhan Zakaria (kanan), Istimewa]

JAKARTA, KESBANG||NEWS — Deklarasi Gibran Joeara (GI-JOE) bertajuk “Gibran the Champion, Indonesia the Champion” menjadi pembahasan dalam wawancara antara Pemimpin Masa Depan News, Elhan Zakaria, dengan Ketua Umum GI-JOE, Benny Parapat, Rabu (23/9/2026).

Dalam perbincangan tersebut, Elhan Zakaria menggali secara langsung latar belakang terbentuknya GI-JOE, alasan Benny Parapat bersama sejumlah relawan mengambil sikap politik baru, serta posisi kelompok tersebut dalam mengawal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Benny Parapat menjelaskan bahwa GI-JOE lahir dari dinamika politik yang berkembang setelah Pemilu Presiden 2024. Ia mengakui sebelumnya berada di barisan pendukung pasangan Anies Baswedan–Muhaimin Iskandar. Namun, menurut Benny, perkembangan politik selanjutnya mendorong dirinya bersama sejumlah relawan untuk mengambil sikap berbeda dan menyatakan dukungan kepada pemerintahan Prabowo–Gibran hingga 2029.

Dalam wawancara dengan Elhan Zakaria, Benny menilai dinamika politik tidak seharusnya terus berada dalam pusaran perbedaan, pertentangan, maupun narasi yang berpotensi memecah masyarakat.
Ia mengatakan, dukungan yang diberikan GI-JOE bukan semata-mata persoalan pergantian pilihan politik, melainkan bagian dari keinginan untuk melihat politik bergerak menuju kerja nyata dan pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kami ingin mendukung kerja nyata. Politik jangan hanya berhenti pada asumsi, persepsi, atau narasi kebencian. Yang harus kita dorong adalah bagaimana pembangunan dan program pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Benny dalam perbincangan tersebut.(23/9/2026)

Elhan Zakaria kemudian menyoroti posisi GI-JOE yang menyatakan diri sebagai kelompok pendukung, tetapi sekaligus mengklaim tetap kritis terhadap jalannya pemerintahan.

Menanggapi hal tersebut, Benny menegaskan bahwa GI-JOE tidak ingin menjadi kelompok yang hanya memberikan dukungan tanpa melakukan pengawasan.
Menurut dia, dukungan terhadap pemerintahan harus berjalan bersama dengan penyampaian masukan dan kritik yang konstruktif apabila terdapat kebijakan yang dinilai masih perlu diperbaiki.

“Prinsip kami adalah mendukung yang baik, mengawal yang berjalan, dan memberikan masukan untuk hal-hal yang perlu diperbaiki. Jadi kami bukan pendukung pasif. Kami ingin ikut mengawal agar program pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat,” tegas Benny.

Dalam dialog tersebut, Elhan juga menggali alasan Benny mengajak jaringan relawan yang sebelumnya memiliki pilihan politik berbeda untuk bergabung dalam GI-JOE.
Benny menjelaskan bahwa perbedaan pilihan politik pada momentum Pemilu 2024 tidak semestinya menjadi penghalang untuk membangun komunikasi dan kerja bersama setelah kontestasi politik berakhir.

GI-JOE, kata Benny, ingin menjadi ruang bersama bagi berbagai elemen masyarakat, termasuk mereka yang sebelumnya berada di barisan pendukung Anies Baswedan, untuk menyatukan energi dan gagasan dalam mendukung pembangunan Indonesia.

Sikap tersebut kemudian dituangkan GI-JOE melalui tiga agenda utama, yakni mengawal pemerintahan Prabowo–Gibran hingga 2029, melawan hoaks, fitnah, dan narasi yang dinilai dapat memecah belah masyarakat, serta mengajak berbagai elemen masyarakat menurunkan ego politik dan membangun persatuan.

Sebelumnya, deklarasi GI-JOE digelar di kantor DPP Militan Gibran Nusantara (MGN), Jalan Tanah Abang III No. 31, Petojo Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (23/9/2026). Pemberitaan mengenai deklarasi tersebut juga mencatat bahwa GI-JOE membawa jaringan relawan yang sebelumnya mendukung Anies Baswedan dan kini menyatakan dukungan terhadap pemerintahan Prabowo–Gibran.

Dalam deklarasi tersebut, Benny juga menyampaikan bahwa gerakan GI-JOE tidak berhenti pada dukungan politik. Kelompok tersebut menyiapkan berbagai agenda yang berkaitan dengan kreativitas, kewirausahaan, kepemimpinan, prestasi, inovasi, olahraga, ekonomi kreatif, serta ruang partisipasi generasi muda.

Benny menyebut anak muda bukan sekadar objek pembangunan, melainkan bagian dari kekuatan masyarakat yang dapat mengambil peran dalam proses pembangunan nasional.
GI-JOE juga membuka ruang kolaborasi dengan komunitas, organisasi kepemudaan, aktivis, profesional, pelaku usaha, akademisi, dan berbagai elemen masyarakat.

Benny menegaskan bahwa deklarasi tersebut baru merupakan langkah awal. Setelah deklarasi, GI-JOE akan melakukan konsolidasi lebih luas serta menyusun berbagai program yang diarahkan pada kepemudaan, prestasi, perubahan sosial, pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan kesejahteraan.

“Ini baru langkah awal. Setelah deklarasi, kami akan melakukan konsolidasi lebih luas. Kami ingin GI-JOE tumbuh menjadi gerakan yang membawa energi positif, gagasan, dan kerja nyata untuk anak muda dan masyarakat Indonesia,” kata Benny.

Adapun deklarator GI-JOE yang disebut dalam keterangan deklarasi tersebut antara lain Benny Parapat, James Moses, Aprillia, Jean Sagala, dan Kolonel (Purn) Eko Natalius.

Wawancara Elhan Zakaria bersama Benny Parapat tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa GI-JOE ingin menempatkan dirinya bukan hanya sebagai kelompok pendukung politik, tetapi juga sebagai wadah partisipasi masyarakat yang menggabungkan dukungan, pengawasan, masukan, dan kolaborasi dalam mengawal jalannya pemerintahan hingga 2029.

Laporan : Bar. S

Tonton juga wawancara Pemimpin Masa Depan News dengan judul “Pentolan Pendukung Anies Baswedan Deklarasikan GI.JOE Gibran Juara, Indonesia Juara.”

News Feed