Kesbangnews.com – Upaya memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Polandia kembali mendapat dorongan melalui pertemuan Staf Khusus Menteri Agama Republik Indonesia Bidang Kerukunan Umat Beragama, Layanan Keagamaan, Pengawasan, dan Kerja Sama Luar Negeri, Dr. H. Gugun Gumilar, M.A., Ph.D., dengan Duta Besar Republik Polandia untuk Indonesia, H.E. Barbara Szymanowska. Senin, 6 Juli 2026
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan produktif dengan fokus pada penguatan kerja sama di bidang pendidikan, pertukaran budaya, kolaborasi akademik, serta perluasan akses beasiswa bagi mahasiswa Indonesia untuk menempuh pendidikan di Polandia. Agenda tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antarmasyarakat (people-to-people relations) yang selama ini menjadi fondasi penting kemitraan kedua negara
Dalam pertemuan itu, Dubes Polandia Barbara Szymanowska menegaskan komitmen negaranya untuk terus memperluas kerja sama dengan Indonesia, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan tinggi, riset, dan pertukaran budaya. Menurutnya, investasi pada generasi muda merupakan langkah strategis untuk membangun hubungan bilateral yang berkelanjutan.
Sementara itu, Staf Khusus Menteri Agama RI Gugun Gumilar menyampaikan bahwa pendidikan merupakan instrumen utama dalam membangun perdamaian, memperkuat toleransi, serta memperkokoh persahabatan antarbangsa. Ia menilai kolaborasi Indonesia–Polandia memiliki potensi besar untuk melahirkan generasi muda yang berwawasan global tanpa meninggalkan nilai-nilai kebangsaan dan budaya.
“Kerja sama pendidikan, budaya, dan dialog lintas masyarakat merupakan investasi jangka panjang yang akan memberikan manfaat nyata bagi kedua negara. Hubungan Indonesia dan Polandia tidak hanya dibangun melalui diplomasi pemerintah, tetapi juga melalui kolaborasi antarlembaga pendidikan, pertukaran budaya, dan hubungan antarmasyarakat,” ujar Gugun.
Selain membahas peluang peningkatan program beasiswa, kedua pihak juga mendiskusikan penguatan kolaborasi akademik antarperguruan tinggi, pertukaran dosen dan mahasiswa, hingga pengembangan berbagai program kebudayaan yang mampu mempererat hubungan Indonesia dan Polandia.
Dalam kesempatan tersebut, keduanya turut menyoroti pentingnya menjaga warisan budaya di tengah perkembangan inovasi global. Nilai-nilai sejarah, penghormatan terhadap keberagaman, serta dialog yang inklusif dinilai menjadi fondasi bagi terciptanya kerja sama internasional yang berkelanjutan.
Gugun juga mengapresiasi filosofi masyarakat Polandia, “Nic o nas bez nas”atau “Nothing about us without us”yang mencerminkan pentingnya kemitraan yang setara, saling menghormati, dan melibatkan semua pihak dalam proses pembangunan bersama. Prinsip tersebut dinilai selaras dengan semangat diplomasi Indonesia yang mengedepankan dialog, persahabatan, dan kerja sama yang saling menguntungkan.
Pertemuan ini sekaligus mempertegas komitmen kedua negara untuk memperluas kerja sama di bidang pendidikan, kebudayaan, dan penguatan hubungan masyarakat sebagai bagian dari diplomasi yang berorientasi pada pembangunan sumber daya manusia dan perdamaian global. Sejalan dengan itu, Polandia juga terus meningkatkan keterlibatannya di kawasan Asia Tenggara melalui berbagai kerja sama dengan Indonesia dan ASEAN, termasuk di sektor pendidikan, pertukaran masyarakat, ekonomi digital, dan transformasi hijau.

















