HUT Bhayangkara ke-80, Alya Cahya Nilai Polri Semakin Presisi, Humanis, dan Adaptif terhadap Tantangan Zaman

Nasional576 views

(Foto:istimewa)

Jakarta, KESBANG||NEWS— Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 yang akan diperingati pada 1 Juli 2026, Alya Cahya, S.H., Ketua Bidang XII BPP HIPMI Womenpreneur, Sekretaris Jenderal KAPMI, sekaligus CEO LPK Profesia Pro, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas berbagai capaian dan pengabdian Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam menjaga keamanan, menegakkan hukum, melayani masyarakat, serta mendukung berbagai program strategis nasional.

Menurut Alya Cahya, perjalanan Polri selama delapan dekade merupakan perjalanan panjang pengabdian kepada bangsa dan negara. Di tengah berbagai tantangan yang semakin kompleks, Polri terus menunjukkan kemampuan adaptasi melalui reformasi kelembagaan, modernisasi pelayanan publik, peningkatan profesionalisme personel, serta penguatan kolaborasi dengan masyarakat.

“Saya menyampaikan apresiasi dan penghormatan kepada seluruh jajaran Polri yang telah bekerja keras menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Menjelang HUT Bhayangkara ke-80 ini, berbagai capaian Polri patut mendapatkan perhatian dan apresiasi dari seluruh elemen bangsa,” ujar Alya Cahya.

Alya menilai keberhasilan Operasi Ketupat 2026 menjadi salah satu bukti nyata efektivitas sinergi Polri bersama berbagai kementerian dan lembaga negara dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Keberhasilan menurunkan angka kecelakaan lalu lintas hingga lebih dari lima persen selama periode mudik dan arus balik Lebaran menunjukkan keseriusan Polri dalam melindungi keselamatan masyarakat.

Selain itu, berbagai inovasi pelayanan publik berbasis teknologi seperti pengembangan layanan digital, tilang elektronik (ETLE), SIM Online, hingga berbagai sistem pelayanan modern lainnya telah menunjukkan komitmen Polri dalam menghadirkan pelayanan yang semakin cepat, transparan, dan akuntabel.

Dalam bidang penegakan hukum, Alya menilai Polri terus menunjukkan kinerja yang signifikan melalui pengungkapan berbagai tindak pidana strategis, termasuk pemberantasan korupsi, peredaran narkotika, perjudian konvensional maupun daring, kejahatan siber, serta berbagai bentuk kejahatan transnasional yang mengancam keamanan nasional.

“Keberhasilan pengungkapan ribuan kasus korupsi, narkotika, perjudian, dan kejahatan lainnya menunjukkan bahwa Polri terus menjalankan fungsi penegakan hukum secara aktif demi melindungi masyarakat dan menjaga kepentingan negara,” katanya.

Alya juga memberikan apresiasi terhadap langkah Polri yang terus memperkuat sistem pengawasan dan peningkatan kualitas pelayanan melalui berbagai instrumen evaluasi, termasuk hadirnya Kompolnas Awards 2026 yang menjadi sarana mendorong peningkatan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat.

Menurutnya, reformasi Polri tidak hanya terlihat dari aspek struktural dan kelembagaan, tetapi juga dari semakin kuatnya pendekatan humanis yang diterapkan dalam berbagai program pelayanan masyarakat.

“Polri saat ini tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat. Pendekatan yang mengedepankan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman merupakan fondasi penting dalam membangun kepercayaan publik,” ungkap Alya.

Lebih lanjut, Alya Cahya menilai keterlibatan Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional merupakan bentuk pengabdian yang relevan dengan kebutuhan bangsa saat ini. Menurutnya, keamanan nasional tidak hanya berkaitan dengan aspek hukum dan ketertiban, tetapi juga menyangkut ketahanan pangan, stabilitas sosial, dan kesejahteraan masyarakat.

“Ketahanan pangan merupakan bagian dari ketahanan negara. Ketika Polri membantu memperkuat kolaborasi hingga ke tingkat desa, mendampingi masyarakat, serta mendukung program strategis pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan, maka sesungguhnya Polri sedang ikut menjaga masa depan bangsa,” ujarnya.

Alya juga mengapresiasi kontribusi Polri dalam mendukung program pemenuhan gizi masyarakat melalui berbagai fasilitas pelayanan dan dukungan terhadap program nasional peningkatan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

Di bidang kemanusiaan, berbagai kegiatan bakti sosial, bantuan kesehatan, bantuan sembako, pelayanan kepada kelompok rentan, hingga penanganan bencana yang dilakukan jajaran Polri di berbagai daerah menunjukkan bahwa kehadiran institusi kepolisian semakin dekat dengan masyarakat.

Menurut Alya, prestasi Polri juga mendapat pengakuan di tingkat internasional melalui berbagai indikator keamanan dan ketertiban yang menunjukkan peningkatan posisi Indonesia dalam berbagai survei global. Hal tersebut menjadi bukti bahwa reformasi dan modernisasi Polri terus bergerak ke arah yang positif.

Meski demikian, Alya menegaskan bahwa tantangan ke depan akan semakin berat. Oleh karena itu, reformasi Polri harus terus berlanjut dengan mengedepankan profesionalisme, transparansi, akuntabilitas, serta keterlibatan masyarakat dalam mengawal proses perbaikan institusi.

“Apresiasi terhadap prestasi Polri tidak boleh menghentikan semangat evaluasi dan perbaikan. Justru capaian yang telah diraih harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, Alya Cahya mengucapkan selamat Hari Bhayangkara ke-80 kepada seluruh keluarga besar Polri di seluruh Indonesia.

“Selamat Hari Bhayangkara ke-80. Teruslah menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Teruslah menjaga keamanan, menegakkan hukum, memperkuat ketahanan bangsa, dan menjadi institusi yang semakin profesional, modern, humanis, serta dicintai rakyat Indonesia. Pengabdian Polri adalah bagian penting dari perjalanan Indonesia menuju masa depan yang lebih maju, aman, dan sejahtera,” tutup Alya Cahya. (Red/bar.S)

News Feed