Kunker ke Stasiun Geofisika Gunungsitoli, Senator M Nuh Soroti Peran BMKG dalam Mitigasi Gempa di Kepulauan Nias

Daerah319 views

 

Nias, Anggota Muhammad Nuh melakukan kunjungan kerja ke Stasiun Geofisika Kelas III Gunungsitoli, Senin (4/5/2026), dalam rangka meninjau langsung kesiapan sistem pemantauan gempa bumi di wilayah Kepulauan Nias yang dikenal sebagai kawasan rawan aktivitas seismik.

Kedatangan Senator yang bertugas di Komite IV tersebut disambut langsung oleh Kepala Stasiun Geofisika Gunungsitoli, Lewi Ristiono, beserta jajaran.

Dalam dialog yang berlangsung konstruktif, Muhammad Nuh mendalami berbagai aspek tugas dan fungsi stasiun geofisika, mulai dari mekanisme pelaporan saat terjadi gempa bumi hingga pola koordinasi BMKG dengan pemerintah daerah di kawasan Kepulauan Nias.

Ia juga menyoroti penempatan alat seismograf yang umumnya berada di wilayah perbukitan. Menanggapi hal tersebut, Lewi Ristiono menjelaskan bahwa lokasi pemasangan alat mengikuti standar teknis guna meminimalisir gangguan getaran non-alamiah yang dapat memengaruhi akurasi pembacaan data.

“Lokasi yang minim gangguan sangat penting agar sinyal gempa dapat terekam dengan jelas oleh seismograf,” jelas Lewi.

Ia menambahkan, kemajuan teknologi kini memungkinkan proses deteksi gempa berlangsung sangat cepat. Data getaran dari sensor dapat langsung dikirim melalui jaringan VSAT maupun internet ke Pusat Gempa Nasional BMKG di Jakarta hanya dalam waktu sekitar 3 hingga 5 detik.

Setelah data diterima, sistem pengolahan gempa otomatis akan menganalisis informasi dari sejumlah stasiun terdekat untuk menentukan waktu kejadian, lokasi episenter, kedalaman, serta magnitudo gempa secara real time.

Edukasi Kebencanaan Jadi Faktor Penting

Selain penguatan teknologi pemantauan, BMKG juga terus mendorong peningkatan literasi kebencanaan melalui program Sekolah Lapang Gempabumi. Program ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi gempa bumi dan tsunami.

Muhammad Nuh mengapresiasi peran strategis Stasiun Geofisika Gunungsitoli dalam mendukung mitigasi bencana, khususnya di wilayah Kepulauan Nias yang berada di jalur cincin api Pasifik.

“Teknologi pemantauan kini semakin canggih dan bekerja secara real time. Namun, yang tak kalah penting adalah memastikan edukasi kebencanaan benar-benar menjangkau masyarakat hingga ke pulau-pulau terluar,” tegasnya.

Perkuat Sinergi Mitigasi Bencana

Dengan kondisi geografis yang rentan terhadap aktivitas tektonik, keberadaan BMKG memiliki peran vital dalam menyediakan informasi cepat, akurat, dan dapat diandalkan bagi masyarakat maupun pemerintah daerah.

Kunjungan kerja ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan BMKG dalam membangun sistem mitigasi bencana yang lebih responsif demi meningkatkan keselamatan masyarakat di Kepulauan Nias.

News Feed