PANCASILA BUKAN SEKADAR HAFALAN: KELUARGA BESAR MARHAENIS DIY MENOLAK INTOLERANSI, MENUNTUT PENDIDIKAN GRATIS, DAN MENYIAPKAN KADER PANCASILA UNTUK GENERASI Z

Daerah406 views

 

Yogyakarta, 1 Juni 2026

Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 yang diselenggarakan di Ndalem Suryoguritnan oleh Yayasan Pancasila 1 Juni yang diketuai Bung Tarto Sentono, sekaligus memperingati hari ulang tahun Yayasan Pancasila 1 Juni, Keluarga Besar Marhaenis (KBM) Daerah Istimewa Yogyakarta yang diketuai Bung Agus Subagyo dengan juru bicara Bung Antonius Fokki Ardiyanto, S.IP menyampaikan pernyataan sikap politik kebangsaan sebagai berikut:

Pertama, Keluarga Besar Marhaenis DIY mengutuk keras tindakan pembubaran kegiatan ibadah umat Kristiani di Kabupaten Bantul yang diduga dilakukan oleh kelompok Front Jihad Islam (FJI). Tindakan tersebut merupakan bentuk pelanggaran terhadap nilai-nilai Pancasila, khususnya Sila Pertama “Ketuhanan Yang Maha Esa”, yang menjamin kebebasan setiap warga negara untuk menjalankan ibadah menurut agama dan keyakinannya masing-masing.

Indonesia didirikan bukan sebagai negara agama maupun negara antiagama, melainkan negara Pancasila yang menjamin kehidupan beragama secara adil dan setara. Oleh karena itu, KBM DIY mendesak Polda DIY untuk segera mengusut tuntas peristiwa tersebut, menangkap para pelaku lapangan maupun aktor intelektual yang berada di belakang tindakan intoleransi tersebut agar tidak menjadi preseden buruk bagi kehidupan kebangsaan di Yogyakarta yang selama ini dikenal sebagai Kota Toleransi.

Kedua, Keluarga Besar Marhaenis DIY mendesak Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta untuk mengimplementasikan amanat konstitusi bahwa pendidikan merupakan hak dasar seluruh warga negara. Negara berkewajiban memastikan setiap anak memperoleh akses pendidikan tanpa hambatan ekonomi.

KBM DIY berpandangan bahwa Pemerintah Daerah DIY memiliki kewenangan terhadap pendidikan menengah SMA dan SMK. Oleh sebab itu, sudah saatnya Pemerintah Daerah mengalokasikan APBD DIY dan Dana Keistimewaan secara maksimal untuk mewujudkan pendidikan gratis bagi seluruh siswa SMA dan SMK, baik negeri maupun swasta.

Bagi kaum marhaenis, pendidikan bukanlah komoditas yang diperjualbelikan, melainkan alat pembebasan rakyat dari kemiskinan, kebodohan, dan ketidakadilan. Negara harus hadir memastikan bahwa anak petani, buruh, pedagang kecil, dan rakyat miskin memperoleh kesempatan pendidikan yang sama dengan kelompok masyarakat lainnya.

Ketiga, Keluarga Besar Marhaenis DIY akan menyelenggarakan Pendidikan Pancasila bagi Generasi Z sebagai bagian dari upaya membangun kader-kader bangsa yang memahami Pancasila secara utuh, kritis, dan historis.

KBM DIY menilai bahwa saat ini banyak generasi muda mengenal Pancasila hanya sebatas hafalan lima sila tanpa memahami substansi filosofis dan cita-cita perjuangan bangsa yang terkandung di dalamnya. Karena itu diperlukan pendidikan politik kebangsaan yang mampu menjelaskan makna Pancasila secara kontekstual.

Sebagai contoh, dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika, kata “Ika” sering dimaknai secara keliru sebagai “satu” padahal artinya “itu”. Secara historis dan filosofis, makna Bhinneka Tunggal Ika bukanlah menyeragamkan perbedaan menjadi satu bentuk yang sama, melainkan mengakui keberagaman yang tetap hidup dalam satu ikatan kebangsaan Indonesia. Persatuan Indonesia dibangun di atas penghormatan terhadap perbedaan, bukan penghapusan identitas.

Keluarga Besar Marhaenis DIY meyakini bahwa tantangan terbesar bangsa saat ini bukan hanya persoalan ekonomi, tetapi juga menguatnya intoleransi, komersialisasi pendidikan, serta lunturnya pemahaman ideologi Pancasila di kalangan generasi muda. Oleh karena itu perjuangan membumikan kembali nilai-nilai Pancasila harus menjadi agenda bersama seluruh komponen bangsa.

Pancasila harus hadir dalam kehidupan nyata rakyat Indonesia, dalam kebebasan beribadah, dalam akses pendidikan yang adil, dan dalam penghormatan terhadap keberagaman sebagai fondasi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Merdeka!

Yogyakarta, 1 Juni 2026

KELUARGA BESAR MARHAENIS DAERAH ISTIMEWA YOGYAK

News Feed