Pariwisata Labuan Bajo Tercoreng, Oknum Pemimpin Katolik Diduga Rampas Tanah Warga, Raharjo Alwi Chandra

Hukum69 views

 

Jakarta – Tiga orang karyawan penjaga tanah Alo Oba masing masing Simon Jeriki alias John, Mansur, dan Siprianus justru semakin berani membuka informasi soal dugaan ancaman serius dari oknum Imam Katolik, Pater Marsel Agot SVD. Dimana terduga seharusnya bertugas pada misi pelayanan kemanusiaan malah menjadi sosok yang menakutkan.

Tiga karyawan Alo Oba ini menyebut bahwa Pater Marsel Agot SVD, akan membawa masa dari kampungnya untuk perang melawan Alo Oba. Simon Jeriki salah seorang karyawan Alo Oba mengatakan, hal ini sangat berbahaya bagi stabilitas keamanan di Labuan Bajo, Manggarai Barat.

“Label positif Labuhan Bajo sebagai Kota Pariwisata Super Premium akan menjadi pudar. Dimana ada sejarah kelam bahwa oknum Imam Katolik  diduga memimpin perang melawan umatnya sendiri,” kata Simon Jeriki karyawan Alo Oba kepada media, Sabtu (14/2/2026) di Labuhan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Simon Jeriki alias John perjaga tanah milik Alo Oba menegaskan bahwa, Pater Marsel Agot SVD pernah mengeluarkan bahasa ancaman. Hal ini dilakukan saat datang ke lokasi tanah milik Alo Oba pada Selasa, 27 Januari 2026 di Batu Gosok, Kelurahan Wae Kelambu, Labuan Bajo, Manggarai Barat.

“Ancaman dari oknum Imam Katolik itu berawal ketika datang ke lokasi dengan membawa sejumlah massa, dengan membawa parang masuk ke lokasi tanah milik Alo Oba. Kemudian memasang pilar penanda perampasan tanah,” jelas John.

Kata dia, Pater Marsel berencana akan bawa massa dari kampungnya untuk perang lawan Alo Oba. Dia bilang panggil Alo Oba.

“Kita siap bawa massa banyak dari kampung, biar kita mati di sini. Kami tidak takut,” ucap Pater Marsel dikatakan John.

Menurut John, awalnya ia dan teman temannya tidak mempersoalkan saat Pater Marsel Agot, SVD dan massa dengan jumlah banyak memasang pilar. Sebab menurut John bahwa Marsel Agot ini masih sebatas klaim semata.

Tak lama kemudian, John meminta kepada Pater Marsel Agot agar tidak melarangnya jika ia juga memasang patok di lokasi yang sama. Karena lokasi itu adalah tanah milik Alo Oba yang sedang mereka jaga.

“Ia ada (ancaman). Karena waktu itu saya bilang bahwa Pater ite sudah tanam patok kami tidak cegat. Jadi giliran saya mau pasang spanduk (pilar). Dia (red-Pater Marsel Agot, SVD) bilang begini oh tidak boleh. Mulai dari situ dia (res-Pater Marsel Agot) agak keras (nada suaranya),” terang John.

“Ada ancaman, ceritanya biar Alo Oba datang ke sini (red-lokasi tanah Batu Gosok). Ini istilahnya dalam bahasa manggarai, ‘purak mukang wajo kampong’ (red-serang dan kepung markas),” tanbah John menirukan nada suara Pater Marsel Agot.

Menurut John bahwa pengakuan Pater Marsel Agot sebagai pemilik tanah di lokasi hanyalah klaim. Karena itu ia menganjurkan kepada Pater Marsel Agot untuk menghubungi nomor Hp dan nama kuasa hukum Alo Oba yang tertera di spanduk yang dipasang di lokasi.

“Saya bilang salah satu jalan ada nomor tim hukum silahkan hubungi nomor tim hukum Alo Oba,” ujarnya.

Kemudian, kalau kehadiran hari pertama itu saya bilang tanahnya Pater Marcel Agot di mana? Dia tunjuk yang ini, tanah yang sekarang saya jaga. Tapi bukan ke pondok ya sebelah jalan.

“Menurut sepengetahuan saya ya tanah dia yang itu (red-tanah milik Alo Oba). Pater tidak pernah ceritakan bahwa ini tanah saya,” ujar John.

Sementara itu pada kesempatan yang sama Siprianus Transurdi karyawan Alo Oba juga menegaskan, apa yang disampaikan oleh John adalah benar. Karena apa yang terjadi di lokasi pada saat itu memang ada ancaman yang disampaikan oleh Pater Marsel Agot.

“Memang ada ancaman dia bilang begini mana Alo Oba suruh ke sini dia, kalau tidak kita panggil lagi masa dari kampung. Biar kita mati sini kami tidak takut,” ujar Siprianus.

Hal senada juga disampaikan oleh Mansur. Dalam penjelasannya, Mansur mengatakan, bahwa ancaman dari Pater Marsel Agot itu benar adanya.

“Dia dengan nada tinggi bilang mana Alo Oba suruh ke sini biar kita mati di sini saja. Ini namanya purak mukang wajo kampong,” kata Siprianus. (red)

News Feed