Dukung Koperasi Desa Merah Putih, Seminar Nasional Dorong Penguatan Ekonomi Menuju Indonesia Emas 2045

Ekonomi102 views

Foto,: Istimewa 

Jambi, KESBANG|| NEWS – .

Jambi — Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) didorong menjadi penggerak ekonomi masyarakat, bukan sekadar program pembentukan kelembagaan dan pembangunan gerai.

Penguatan koperasi menjadi salah satu pembahasan dalam seminar nasional implementasi Asta Cita yang digelar di Aula Rumah Dinas Wakil Wali Kota Jambi, Jumat (4/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti sekitar 150 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Jambi.

Program KDKMP dinilai memiliki peluang besar untuk memperkuat ekonomi masyarakat dari tingkat desa dan kelurahan. Namun, keberhasilan program tersebut membutuhkan pengurus yang memiliki kapasitas, tata kelola yang baik, serta model usaha yang mampu berjalan secara berkelanjutan.

Ketua DPW Asosiasi KDKMP Provinsi Jambi, M. Chudori, mengatakan pembangunan koperasi di Jambi terus berjalan. Dari target 1.548 titik, per 20 Agustus 2026 tercatat 717 titik masih dalam proses pembangunan dan 325 gerai telah selesai 100 persen.

“Pembangunan fisik harus diikuti dengan kesiapan kelembagaan, sumber daya manusia, model bisnis, dan kejelasan aturan teknis operasional,” kata Chudori.

Menurutnya, ukuran keberhasilan koperasi bukan hanya jumlah bangunan yang selesai. Koperasi harus memiliki anggota aktif, menjalankan kegiatan usaha, membantu UMKM, menyerap produk masyarakat, serta memberikan manfaat ekonomi bagi anggotanya.

Ketua DPC PERMAHI Jambi, Roland Pramudiansyah, mengatakan penguatan sumber daya manusia menjadi salah satu pekerjaan penting dalam menjalankan KDKMP.

Ia menyebut masih terdapat tantangan dalam pengelolaan usaha, administrasi, pembukuan, keuangan, hingga pemahaman pengurus mengenai tata kelola koperasi.

“Pembentukan koperasi dan pembangunan fisik tidak boleh menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan. Tantangan berikutnya adalah memastikan koperasi benar-benar mampu beroperasi secara mandiri, profesional, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Dari sisi hukum, Ketua Umum DPN PERMAHI Azhar Sidiq S menilai mahasiswa hukum dapat ikut berkontribusi melalui edukasi dan pendampingan hukum koperasi.

Hal itu mencakup pemahaman AD/ART, kontrak kerja sama, pengelolaan aset, hingga kepatuhan terhadap regulasi.

Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Kota Jambi, Raden Jufri, mengatakan Pemerintah Kota Jambi telah mendorong pembentukan Koperasi Merah Putih di 68 kelurahan.

Ia berharap koperasi mampu membuka akses usaha, memperkuat UMKM, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.

Seminar nasional tersebut menjadi momentum mempertemukan pemerintah, aparat penegak hukum, mahasiswa, pelaku koperasi, dan stakeholder untuk memperkuat pelaksanaan KDKMP.

Penguatan koperasi di tingkat desa dan kelurahan diharapkan dapat menjadi bagian dari pembangunan ekonomi kerakyatan sekaligus mendukung pencapaian Indonesia Emas 2045.

News Feed