Pesta Babi dan Alarm Kehancuran Lingkungan di Tanah Papua”

Uncategorized182 views

 

Antonius Fokki Ardiyanto selaku Ketua Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia, menyampaikan pernyataan sikap setelah menyaksikan film dokumenter Pesta Babi pada tanggal 20 Mei 2026 di Oase Cafe Taman Siswa Mergangsan Yogyakarta yang bertepatan dengan momentum Hari Kebangkitan Nasional.

Film tersebut memperlihatkan secara gamblang bagaimana ancaman kerusakan lingkungan hidup di wilayah Papua Selatan semakin massif dan sistematis. Pembukaan lahan dalam skala besar atas nama investasi, ketahanan pangan dan energi, serta proyek bio ethanol telah menempatkan hutan adat Papua dalam kondisi yang sangat mengkhawatirkan.

Hutan yang selama ini menjadi ruang hidup masyarakat adat, sumber pangan, identitas budaya, dan pusat peradaban suku-suku di Papua perlahan terancam hilang.

ISRI Kota Yogyakarta memandang bahwa kebijakan pembangunan yang memberi ruang besar terhadap eksploitasi sumber daya alam secara massif di Papua Selatan tidak dapat dilepaskan dari arah kebijakan nasional sejak era Presiden Joko Widodo dan kini dilanjutkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Dalih transisi energi dan pengembangan bio ethanol tidak boleh dijadikan legitimasi untuk menghancurkan ekosistem hutan adat serta meminggirkan masyarakat asli Papua dari tanah leluhurnya sendiri.

ISRI menilai bahwa pembangunan nasional harus berdiri di atas prinsip keadilan ekologis, penghormatan terhadap hak masyarakat adat, serta keberlanjutan lingkungan hidup.

Negara tidak boleh mengorbankan tanah Papua hanya demi kepentingan investasi dan eksploitasi ekonomi jangka pendek.
Momentum Hari

Kebangkitan Nasional seharusnya menjadi refleksi bersama bahwa kebangkitan Indonesia tidak boleh dibangun di atas penderitaan rakyat dan kerusakan alam.

Kesadaran kolektif rakyat Indonesia harus tumbuh untuk mendukung perjuangan masyarakat Papua dalam mempertahankan hutan adat mereka sebagai sumber kehidupan, sumber kebudayaan, dan sumber peradaban masyarakat adat Papua dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

ISRI Kota Yogyakarta juga mengajak kalangan akademisi, aktivis lingkungan, organisasi rakyat, mahasiswa, serta seluruh elemen bangsa untuk terus bersuara dan membangun solidaritas nasional demi penyelamatan hutan Papua. Menjaga Papua berarti menjaga masa depan Indonesia.

Yogyakarta, 20 Mei 2026
Hormat kami,
Antonius Fokki Ardiyanto
Ketua Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia

News Feed