Staf Khusus Menag Gugun Gumilar: Pesantren Harus Bangkit Menjadi Pusat Peradaban dan Kekuatan Geopolitik Dunia

Daerah260 views

Kesbangnews.com – Staf Khusus Menteri Agama RI Bidang Kerukunan, Pelayanan dan Pengawasan Keagamaan, serta Kerja Sama Luar Negeri, Dr. H. Gugun Gumilar, M.A., Ph.D., mengajak seluruh pesantren di Indonesia melakukan transformasi agar mampu menjawab tantangan zaman. Menurutnya, pesantren tidak cukup hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga harus tampil sebagai pusat pembentukan karakter, pemberdayaan masyarakat, penguatan ekonomi umat, hingga mengambil peran strategis dalam membangun peradaban dan geopolitik dunia.

 

Pesan tersebut disampaikan Gugun Gumilar saat mengunjungi Pesantren Shine Al-Falah di Padang, Sumatera Barat, Sabtu (25/7/2026).

 

Dalam sambutannya, Gugun menegaskan bahwa pesantren merupakan institusi pendidikan Islam yang telah terbukti melahirkan tokoh-tokoh bangsa sekaligus menjadi benteng moral masyarakat. Karena itu, pesantren harus terus memperkuat kualitas pendidikan agar mampu menghasilkan generasi yang unggul, moderat, berkarakter, serta memiliki daya saing di tingkat global.

 

“Pesantren harus bangkit. Bukan hanya menjadi tempat menimba ilmu agama, tetapi juga menjadi pusat lahirnya generasi yang unggul, moderat, berkarakter, dan mampu menjawab tantangan zaman,” ujar Gugun.

 

Ia menilai, perubahan sosial, kemajuan teknologi, hingga dinamika global menuntut pesantren untuk terus beradaptasi tanpa kehilangan identitasnya sebagai lembaga pendidikan yang berakar kuat pada nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

 

Menurut Gugun, sejarah telah membuktikan bahwa pesantren memiliki kontribusi besar dalam perjalanan bangsa Indonesia. Oleh sebab itu, penguatan mutu pendidikan, kemandirian ekonomi pesantren, inovasi pembelajaran, serta kolaborasi dengan berbagai pihak harus terus diperluas agar pesantren semakin kokoh sebagai pilar pembangunan nasional.

 

“Pesantren harus menjadi motor penggerak lahirnya sumber daya manusia yang tidak hanya kuat dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki kemampuan kepemimpinan, wawasan kebangsaan, penguasaan teknologi, dan mampu bersaing di tingkat internasional,” katanya.

 

Lebih lanjut, Gugun menegaskan bahwa Kementerian Agama terus mendorong terciptanya ekosistem pendidikan keagamaan yang adaptif, inklusif, dan berkualitas. Menurutnya, penguatan pesantren merupakan bagian penting dari upaya membangun Indonesia yang maju melalui pendidikan berbasis nilai.

 

“Pesantren memiliki posisi strategis sebagai pusat pengembangan karakter, penguatan toleransi, serta pembangunan peradaban. Karena itu, seluruh elemen bangsa harus bersama-sama memperkuat pesantren agar mampu memberikan kontribusi yang semakin besar bagi kemajuan Indonesia maupun dunia,” ungkapnya.

 

Ia juga mengajak seluruh pengelola pesantren untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat. Sinergi tersebut dinilai penting untuk mempercepat peningkatan kualitas pendidikan, pemberdayaan ekonomi, serta pengembangan inovasi di lingkungan pesantren.

 

Bagi Gugun, pesantren bukan sekadar lembaga pendidikan, melainkan aset strategis bangsa yang memiliki modal sosial, spiritual, dan intelektual untuk melahirkan generasi pemimpin masa depan. Dengan penguatan tata kelola, kualitas sumber daya manusia, serta jejaring kerja sama yang luas, pesantren diyakini mampu memainkan peran yang lebih besar dalam percaturan global.

 

“Kita ingin pesantren menjadi pusat lahirnya pemimpin masa depan yang berintegritas, memiliki wawasan kebangsaan yang kuat, berpikir global, namun tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” tutup Gugun.

News Feed