Stafsus Menag: Madrasah Tak Boleh Tertinggal dalam Pemerintahan Prabowo

Nasional29 views

Kesbangnews.com – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya terhadap pemerataan kualitas pendidikan, termasuk penguatan madrasah dan peningkatan kualitas guru. Staf Khusus Menteri Agama menyebut madrasah harus mendapat perhatian yang setara dan tidak boleh tertinggal dalam agenda revitalisasi pendidikan nasional.

“Program revitalisasi satuan pendidikan merupakan prioritas Presiden dalam pembangunan sumber daya manusia. Madrasah harus mendapatkan perhatian yang sama dan tidak boleh tertinggal,” ujar Staf Khusus Menteri Agama saat berada di Semarang, Jawa Tengah.

Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia tidak akan optimal tanpa pemerataan kualitas pendidikan. Karena itu, revitalisasi satuan pendidikan harus mencakup peningkatan sarana dan prasarana, mutu pembelajaran, serta penguatan peran dan kualitas tenaga pendidik.

Madrasah memiliki kontribusi strategis dalam mencetak generasi bangsa. Tidak hanya membangun kompetensi akademik, madrasah juga berperan dalam membentuk karakter, akhlak, dan nilai keagamaan peserta didik.

“Peningkatan kualitas pendidikan harus dilakukan secara merata, termasuk di lembaga pendidikan keagamaan yang selama ini memiliki kontribusi besar dalam mencetak generasi bangsa,” katanya.

Rp13,28 Triliun untuk Revitalisasi Pendidikan

Komitmen tersebut sejalan dengan program revitalisasi satuan pendidikan yang telah dijalankan pemerintah.

Pada 2025, pemerintah mengalokasikan sekitar Rp13,28 triliun untuk pembangunan dan renovasi 17.573 satuan pendidikan. Program tersebut berlanjut pada 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas pendidikan dan sumber daya manusia Indonesia.

Stafsus Menag menilai keberlanjutan program tersebut harus mampu dirasakan secara nyata oleh madrasah, terutama satuan pendidikan yang masih membutuhkan penguatan fasilitas dan dukungan peningkatan mutu.

“Revitalisasi tidak boleh hanya dimaknai sebagai pembangunan fisik. Yang paling penting adalah bagaimana kualitas pendidikan, guru, dan peserta didik ikut meningkat,” tegasnya.

Sinergi untuk Memperkuat Madrasah

Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan bersama Yayasan Sinar Mafatihul Huda, Kota Semarang, Jawa Tengah. Turut hadir Bambang, Lurah Tawang Mas, Semarang Barat, serta Lina, Kepala MTs Mafatihul Huda, dan Muhson, Kepala MI Mafatihul Huda.

Pertemuan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah, pemerintah daerah, yayasan, dan pengelola madrasah dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan.

Menurut Stafsus Menag, keberhasilan revitalisasi pendidikan membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. Pemerintah memiliki tanggung jawab memastikan kebijakan dan dukungan anggaran berjalan, sementara satuan pendidikan menjadi ujung tombak dalam memastikan peningkatan mutu benar-benar dirasakan peserta didik.

Ia menegaskan, perhatian terhadap madrasah bukan sekadar persoalan pembangunan gedung, melainkan investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi Indonesia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.

“Madrasah adalah bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Karena itu, madrasah harus berada dalam arus utama pembangunan pendidikan nasional dan tidak boleh tertinggal,” pungkasnya.

News Feed